MKD Tak Kompak Soal Bocornya Laporan Sudirman Said
Rabu, 18 November 2015 - 14:41 WIB
MKD Tak Kompak Soal Bocornya Laporan Sudirman Said
A
A
A
JAKARTA - Transkrip percakapan terkait dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) dalam perpanjangan kontrak Freeport berbeda dengan yang beredar di media dan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).
Maka itu, Wakil Ketua MKD Junimart Girsang menyarankan sebaiknya transkrip percakapan yang beredar di media itu jangan dilaporkan ke polisi.
"Contoh misalnya, transkrip yang kami terima dua kolom saja tanpa angka. Sementara yang beredar di media ada tiga kolom ada angkanya," ujar Junimart di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/11/2015).
Menurutnya, format transkrip percakapan itu berbeda dengan format yang diterima MKD. "Enggak perlu laporan lah, engga ada yang bocor-bocor kok. Pimpinan itu kolektif kolegial harus ada legal standing," ucapnya.
Sebelumnya salah satu Wakil Ketua MKD, Sufmi Dasco Ahmad akan melaporkan ke polisi mengenai bocornya foto surat berisi percakapan pihak yang diduga oknum DPR dalam perpanjangan kontrak Freeport.
Baca: MKD Akan Laporkan Pembocor Surat Sudirman Said ke Bareskrim.
Maka itu, Wakil Ketua MKD Junimart Girsang menyarankan sebaiknya transkrip percakapan yang beredar di media itu jangan dilaporkan ke polisi.
"Contoh misalnya, transkrip yang kami terima dua kolom saja tanpa angka. Sementara yang beredar di media ada tiga kolom ada angkanya," ujar Junimart di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/11/2015).
Menurutnya, format transkrip percakapan itu berbeda dengan format yang diterima MKD. "Enggak perlu laporan lah, engga ada yang bocor-bocor kok. Pimpinan itu kolektif kolegial harus ada legal standing," ucapnya.
Sebelumnya salah satu Wakil Ketua MKD, Sufmi Dasco Ahmad akan melaporkan ke polisi mengenai bocornya foto surat berisi percakapan pihak yang diduga oknum DPR dalam perpanjangan kontrak Freeport.
Baca: MKD Akan Laporkan Pembocor Surat Sudirman Said ke Bareskrim.
(kur)