Polemik Nama Jokowi di Freeport Sebaiknya Diproses Hukum
Minggu, 15 November 2015 - 13:06 WIB
Polemik Nama Jokowi di Freeport Sebaiknya Diproses Hukum
A
A
A
JAKARTA - Persoalan pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam perpanjangan kontrak PT Freeport diminta segera diselesaikan.
Politikus Partai Nasdem, Kurtubi berharap persoalan tersebut segera di bawa ke ranah hukum. Harapannya ada efek jera ke depan bagi pihak berniat mengambil keuntungan pribadi dalam migas Indonesia.
"Kalau ternyata pernyataan Menteri ESDM tentang adanya politisi yang meminta saham gratis dari Freeport sebagai imbalan perpanjangan kontrak karya ternyata benar, maka ini harus dibongkar tuntas," ujar Kurtubi melalui rilis yang diterima Sindonews, Minggu (15/11/2015)
Anggota Komisi VII DPR ini mengungkapkan, banyak blok tambang dan migas akan habis masa kontraknya. Pembiaran persoalan ini berlarut-larut, dia khawatir berpotensi mengancam hilangnya pendapatan negara dari pengelolaan aset tambang dan migas tersebut.
"Oleh karena itu Komisi VII, khususnya Fraksi Nasdem mendukung penuh upaya pemerintah untuk membersihkan pemburu rente di sektor pertambangan nasional," ucapnya.
Baca: Jokowi Tak Peduli Namanya Dicatut Terkait Kontrak Freeport.
Politikus Partai Nasdem, Kurtubi berharap persoalan tersebut segera di bawa ke ranah hukum. Harapannya ada efek jera ke depan bagi pihak berniat mengambil keuntungan pribadi dalam migas Indonesia.
"Kalau ternyata pernyataan Menteri ESDM tentang adanya politisi yang meminta saham gratis dari Freeport sebagai imbalan perpanjangan kontrak karya ternyata benar, maka ini harus dibongkar tuntas," ujar Kurtubi melalui rilis yang diterima Sindonews, Minggu (15/11/2015)
Anggota Komisi VII DPR ini mengungkapkan, banyak blok tambang dan migas akan habis masa kontraknya. Pembiaran persoalan ini berlarut-larut, dia khawatir berpotensi mengancam hilangnya pendapatan negara dari pengelolaan aset tambang dan migas tersebut.
"Oleh karena itu Komisi VII, khususnya Fraksi Nasdem mendukung penuh upaya pemerintah untuk membersihkan pemburu rente di sektor pertambangan nasional," ucapnya.
Baca: Jokowi Tak Peduli Namanya Dicatut Terkait Kontrak Freeport.
(kur)