Jokowi Minta Kemenhut Libatkan UGM Kelola Lahan Gambut

Rabu, 04 November 2015 - 22:55 WIB
Jokowi Minta Kemenhut...
Jokowi Minta Kemenhut Libatkan UGM Kelola Lahan Gambut
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melibatkan para ahli gambut Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta untuk merancang tata kelola lahan gambut.

Hal itu disampaikannya dalam rapat kabinet terbatas membahas tindaklanjut penanganan kebakaran hutan dan lahan gambut di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/11/2015).

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan telah mendapatkan masukan yang komprehensif‎ dari kelompok kerja gambut UGM Yogyakarta. "Saya minta Kementerian Kehutanan terus melibatkan mereka, ahli gambut untuk merancang tata kelola lahan gambut, ke depan itu sudah jelas apa yang harus kita lakukan," ujar Jokowi.‎

Dirinya juga menyampaikan jumlah titik panas pada kebakaran hutan dan lahan sudah mulai berkurang saat ini. Berdasarkan laporan terakhir yang diterimanya, 53 titik di Sumatera dan 124 titik di Kalimantan.

Jumlah tersebut, lanjut dia, jelas sangat jauh berkurang dibanding sebelumnya yang melebihi 1.000 titik panas (Hotspot). "Dan momentum ini terus akan kita gunakan, kita akan fokus dalam pencegahan terutama masa mendatang. Oleh karena itu kita akan melakukan review terhadap beberapa peraturan perundangan mulai dari undang-undang dan peraturan pemerintah sampai Pergubyang membuka ruang bagi pembakaran hutan dan lahan gambut," ungkapnya.

Kemudian, meninjau ulang semua perizinan terkait, terutama semua pemberian konsensi di lahan gambut. Oleh sebab itu, tambah Jokowi, pihaknya akan membicarakan institusi atau badan atau satuan tugas yang akan dibentuk lewat Perpres.

"Sehingga cepat bergerak dan jangan sampai nantinya musim kering datang lagi kita belum bergerak apa-apa, ini akan terus, hujan pun akan terus dilakukan penanganan dan pengelolaan itu, pembangunan sekat tanam atau blocking kanal terus dilakukan agar penanganan lahan gambut terus terjaga‎," pungkasnya.

PILIHAN:
Hadiri Mukernas PKS, Ical Minta KMP Rapatkan Barisan

Mukernas IV PKS Dorong Sistem Politik Proporsional Tertutup
(kri)
Berita Terkait
APHI dan Fakultas Kehutanan...
APHI dan Fakultas Kehutanan USU Bahas Transformasi Industri Kehutanan
Provinsi Jambi Tempat...
Provinsi Jambi Tempat Percontohan Kehutanan Sosial
Siti Nurbaya Kenang...
Siti Nurbaya Kenang Masa Sulit Tangani Kebakaran Hutan 2015
Dishut Jatim Mulai Antisipasi...
Dishut Jatim Mulai Antisipasi Potensi Kebakaran Hutan di Jatim
Cegah Karhutla, Dishut...
Cegah Karhutla, Dishut Sumsel Perkokoh Regu KPH
Forum Kehutanan PBB,...
Forum Kehutanan PBB, Indonesia Tegaskan Pentingnya Akurasi Pemantauan Hutan
Berita Terkini
Sari Yuliati Terpilih...
Sari Yuliati Terpilih sebagai Ketum PPK Kosgoro 1957 Periode 2026-2031
Prabowo Berulang Kali...
Prabowo Berulang Kali Ingatkan Jajarannya, Tugas Berat adalah Melawan Korupsi
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
Sangkal Menkeu dan Gubernur...
Sangkal Menkeu dan Gubernur BI Diganti, Mensesneg: Justru Harus Kita Perkuat
Usai Silmy Karim Ditahan...
Usai Silmy Karim Ditahan KPK, Kursi Wamen Imipas Dibiarkan Kosong
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved