Ketua DPR Sempat Telepon Jokowi Agar Tak Ajak Menteri ke AS
Rabu, 28 Oktober 2015 - 13:47 WIB
Ketua DPR Sempat Telepon Jokowi Agar Tak Ajak Menteri ke AS
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPR Setya Novanto mengaku telah menghubungi Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum mantan Gubernur DKI Jakarta itu bertolak ke Amerika Serikat pada Jumat 23 Oktober 2015 lalu.
Dia mengatakan, dirinya menghubungi Jokowi untuk meminta tidak mengikutsertakan menteri-menteri ke AS. Pasalnya, menurut dia, Rancangan Anggaran Belanja Negara (RAPBN) 2016 harus segera diselesaikan.
"Sebelum beliau (Jokowi) berangkat ke AS, saya telepon beliau dan meminta agar beberapa menteri terkait RAPBN 2016 untuk tidak berangkat," ujar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/10/2015).
Wakil ketua umum Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) itu mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang tidak mengikutsertakan para menteri untuk pergi ke AS di tengah pembahasan RAPBN yang akan dibawa ke paripurna Minggu ini.
"Untungnya, Presiden Jokowi menyambut baik. Sehingga beberapa menteri tidak jadi berangkat, padahal sudah pesen tiket dan sebagainya," ucap Setya.
Lebih lanjut, Setya menambahkan bahwasannya RAPBN 2016 harus rampung pada tanggal 30 Oktober nanti. Jika belum selesai, maka konsekuensinya pemerintah menggunakan APBN 2015.
"Ini efeknya akan tidak baik," tandas Novanto.
PILIHAN:
Menkumham Jangan Mengelak Fakta Hukum Putusan MA
Suami Bella Saphira Segera Dilantik Jadi Pangdam Wirabuana
Dia mengatakan, dirinya menghubungi Jokowi untuk meminta tidak mengikutsertakan menteri-menteri ke AS. Pasalnya, menurut dia, Rancangan Anggaran Belanja Negara (RAPBN) 2016 harus segera diselesaikan.
"Sebelum beliau (Jokowi) berangkat ke AS, saya telepon beliau dan meminta agar beberapa menteri terkait RAPBN 2016 untuk tidak berangkat," ujar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/10/2015).
Wakil ketua umum Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) itu mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang tidak mengikutsertakan para menteri untuk pergi ke AS di tengah pembahasan RAPBN yang akan dibawa ke paripurna Minggu ini.
"Untungnya, Presiden Jokowi menyambut baik. Sehingga beberapa menteri tidak jadi berangkat, padahal sudah pesen tiket dan sebagainya," ucap Setya.
Lebih lanjut, Setya menambahkan bahwasannya RAPBN 2016 harus rampung pada tanggal 30 Oktober nanti. Jika belum selesai, maka konsekuensinya pemerintah menggunakan APBN 2015.
"Ini efeknya akan tidak baik," tandas Novanto.
PILIHAN:
Menkumham Jangan Mengelak Fakta Hukum Putusan MA
Suami Bella Saphira Segera Dilantik Jadi Pangdam Wirabuana
(kri)