Bola Panas Konflik Golkar-PPP Kembali ke Tangan Menkumham

Senin, 26 Oktober 2015 - 09:48 WIB
Bola Panas Konflik Golkar-PPP...
Bola Panas Konflik Golkar-PPP Kembali ke Tangan Menkumham
A A A
JAKARTA - Dikabulkannya permohonan kasasi kubu Aburizal Bakrie (Ical) terkait kisruh kepengurusan Golkar dan kubu Djan Faridz terkait kisruh kepengurusan PPP menunjukkan dua hal.

Pertama, putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) yang pada saat itu menganulir putusan PTUN dengan memenangkan Menkumham dan kubu Agung Laksono serta kubu Romahurmuziy patut dicurigai dan dipertanyakan. Pasalnya, hanya putusan PT TUN itulah yang tidak linier.

"Dengan keluarnya putusan kasasi yang memerintahkan kembali ke putusan awal yaitu putusan PTUN, menunjukkan PTUN dan MA sependapat soal kisruh kepengurusan kedua partai tersebut," kata Nasef kepada Sindonews, Senin (26/10/2015).

Kedua, lanjut Nasef, putusan kasasi MA lagi-lagi menunjukkan Menkumham sangat tidak profesional dalam menjalankan tugas dan wewenangnya. Menkumham terbukti telah melanggar asas-asas umum pemerintahan yang baik dalam mengeluarkan keputusan terkait dengan pergantian kepengurusan kedua partai tersebut.

Bahkan, Nasef menilai, tindakan Menkumham terbukti mengarah kepada abuse of power. Oleh karenanya, Menkumham seharusnya masuk ke dalam daftar menteri yang perlu dievaluasi secara serius oleh presiden.

Nasef melanjutkan, meski MA telah membatalkan keputusan Menkumham tersebut, tidak serta merta menjadikan kepengurusan Golkar hasil Munas Bali dan kepengurusan PPP hasil Muktamar Jakarta menjadi otomatis sah. Untuk mengesahkan kepengurusan hasil Munas dan Muktamar tersebut, Menkumham harus mengeluarkan Surat Keputusan (SK) baru.

"Sehingga sebenarnya saat ini bola panas itu masih dipegang oleh Menkumham. Hal penting yang perlu dicatat Menkumham jangan sampai membuat kesalahan yang sama," pungkas Nasef.

PILIHAN:
DPR Isyaratkan Bentuk Pansus Kebakaran Hutan dan Bencana Asap

Kabut Asap Tiba di Jakarta, BMKG Imbau Warga Tak Khawatir
(kri)
Berita Terkait
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
Waketum PPP Sangkal...
Waketum PPP Sangkal Aturan Tidak Ada Muscablub dan Muswilub Jelang Muktamar
Kader Gugat Hasil Muktamar...
Kader Gugat Hasil Muktamar PPP, Pengamat: Mustahil Partai Tanpa Gejolak
Jelang Muktamar, PPP...
Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
Berita Terkini
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved