Larang Anggota Keluar Jakarta, PDIP Ingin Kawal Pemerintah

Senin, 19 Oktober 2015 - 14:45 WIB
Larang Anggota Keluar...
Larang Anggota Keluar Jakarta, PDIP Ingin Kawal Pemerintah
A A A
JAKARTA - Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di DPR menerbitkan surat bernomor 179/F-PDIP/DPR-RI/8/2015 tertanggal 9 Oktober 2015 lalu.

Surat tersebut berisikan anggota fraksi PDIP di DPR harus tetap di Jakarta selama 19-30 Oktober 2015. (Baca: Anggota DPR dari PDIP Dilarang Tinggalkan Jakarta, Ada Apa?)

Sekretaris Fraksi PDIP Bambang Wuryanto surat edaran tersebut dibuat lantaran PDIP sebagai partai pengusung pemerintah merasa perlu mengawal sejumlah poin yang akan dikonsolidasikan di internal partainya.

Pertama, kata dia, mengenai pembahasan APBN 2016. Sebagai partai pengusung pemerintah, kata dia, PDIP merasa perlu mengawal kebijakan fiskal pemerintah.

"Kami perlu turut memastikan alokasi yang ada di setiap pos bisa berjalan sesuai dengan rencana dan strategi," ujar Bambang saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (19/10/2015).

Kemudian yang kedua kata Bambang, mengenai Rancangan Undang-undang (RUU) Tax Amnesty atau Pengampunan Pajak.

Jika RUU tersebut nantinya lolos maka akan ada arus pemasukan besar ke negara. "Kami menaksir uangnya bisa mencapai ribuan triliun," katanya.

"Ini yang perlu kita cermati dan kawal kelanjutannya bakal seperti apa. Karena aturan baru inu juga bisa menggenjot pemasukan dari prosentase pajak," sambungnya.

Kemudian yang terakhir, kata Bambang, poin yang menjadi sorotan, adalah soal revisi UU tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut dia, saat ini status revisi UU KPK sudah jelas, yakni ditunda. Wacana ini sudah bergulir dan PDIP harus siap memiliki sikap.

Sementara terkait isu perombakan atau reshuflle kabinet, kata dia, PDIP tidak ikut campur karena itu hak prerogratif Presiden.

"Yang tak kalah penting. Selalu terjadi hal-hal di luar dugaan di akhir masa sidang. Usul-usul baru dari berbagai suara bisa muncul begitu saja tanpa kita prediksi. Tapi kami rasa itu wajar, dan untuk itulah kami standby," tandas Bambang.


PILIHAN:


Panglima TNI Tolak Ajakan Latihan Perang Menhan China
(dam)
Berita Terkait
Evita Nursanty Minta...
Evita Nursanty Minta Pengawasan Industri Diperketat saat New Normal
Bantah Cucu PKI, Arteria...
Bantah Cucu PKI, Arteria Tegaskan Keluarganya Ngotot Jalur Hukum
Cukup Aspiratif, Kepemimpinan...
Cukup Aspiratif, Kepemimpinan Puan di DPR Patut Diapresiasi
Fraksi PDIP Sebut RUU...
Fraksi PDIP Sebut RUU Ciptaker Bentuk Negara Hadir untuk Bantu Rakyat
Politikus DPR RI Fraksi...
Politikus DPR RI Fraksi PDIP, Jimmy Demianus Ijie Meninggal
Heboh Polemik Cucu PKI,...
Heboh Polemik Cucu PKI, Hasril Chaniago Minta Maaf ke Arteria Dahlan
Berita Terkini
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
JPU Sebut Kasus Chromebook...
JPU Sebut Kasus Chromebook Nadiem termasuk White Collar Crime, Kuasa Hukum Terkejut
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved