Jokowi Diminta Pulihkan Nama Baik Soekarno

Kamis, 15 Oktober 2015 - 11:43 WIB
Jokowi Diminta Pulihkan...
Jokowi Diminta Pulihkan Nama Baik Soekarno
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai seharusnya mewakili negara meminta maaf dan memulihkan martabat Soekarno.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Setara Institute Hendardi menanggapi usulan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Ahmad Basarah yang meminta pemerintah menyampaikan maaf kepada Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno dan keluarga.

Ahmad Basarah mengusulkan itu karena kekuasaan Presiden pertama RI Soekarno dicabut melalui TAP MPRS XXXIII tahun 1967 tertanggal 12 Maret 1967 lantaran dituduh telah mendukung G30S/PKI.

"Tidak bisa beban permintaan maaf itu diserahkan kepada Soeharto sebagai pribadi," kata Hendardi dalam keterangan tertulisnya kepada Sindonews, Kamis (15/10/2015).

Menurut dia, kesalahan pada masa lalu adalah kesalahan kolektif negara dan Soeharto sebagai kepala negara.

Oleh karena itu, kata Hendardi, permintaan maaf dan tugas pemulihan atas Soekarno dan keluarganya melekat pada siapapun yang menjadi kepala negara, tidak terkecuali Jokowi.

"Ini awal yang baik untuk membangun soliditas baru antarkekuatan bangsa," katanya.

Dia berpendapat, usulan agar negara meminta maaf kepada Soekarno adalah gagasan konstruktif dan salah satu cara membangun keadaban baru dengan memberikan pengakuan atas kekeliruan pada masa lalu. (Baca: Rachmawati: Kenapa Tak di Era Mega Tuntut Minta Maaf ke Soekarno)

Dia menambahkan, premis dasar gagasan ini adalah Soekarno secara yuridis tidak pernah terbukti terlibat atau mendukung komunisme, suatu yang menjadi alasan rezim Orde Baru berbuat dzalim kepada Soekarno.

"Sementara kita tahu gelar Pahlawan Nasional yang dilekatkan pada Soekarno juga lebih besar bobot politiknya dibanding bobot kemanusiaan dan faktor peranannya di masa perjuangan dan kemerdekaan," tuturnya. (Baca: Yusril Kritik PDIP Soal Minta Maaf ke Bung Karno)


PILIHAN:

PDIP Tak Kecewa Revisi UU KPK Ditunda
(dam)
Berita Terkait
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
Romo Benny Sebut PDIP...
Romo Benny Sebut PDIP Partai Modern yang Kekuatannya pada Struktur Organisasi
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
PDIP Akan Serap Aspirasi...
PDIP Akan Serap Aspirasi Rakyat Sebelum Bertemu Parpol Lain
PDIP Gelar Banteng Ride...
PDIP Gelar Banteng Ride and Night Run, 500 Orang Daftar
Berita Terkini
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
Pengembalian Amplop...
Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana, KPK Terus Dalami Kasus HPT
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Raksasa (yang) Tak Lagi...
Raksasa (yang) Tak Lagi Menakutkan
Roy Suryo Kembali Ajukan...
Roy Suryo Kembali Ajukan Gugatan Praperadilan, Polda Metro Jaya: Tidak Apa-apa
Infografis
7 Nama Sangat Diperhitungkan...
7 Nama Sangat Diperhitungkan Jadi KSAD Pengganti Maruli Simanjuntak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved