Kewenangan Dipangkas, Komisioner: Lebih Baik KPK Dibubarkan

Rabu, 07 Oktober 2015 - 19:26 WIB
Kewenangan Dipangkas,...
Kewenangan Dipangkas, Komisioner: Lebih Baik KPK Dibubarkan
A A A
JAKARTA - Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai usulan revisi Undang-undang Nomor 30 Tahun 2002 berpotensi mengamputasi kewenangan KPK.

Pelaksana tugas (Plt) Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji menegaskan tidak menerima kewenangan lembaganya dipangkas.

"Lebih baik KPK dibubarkan saja. Jangan sekali-kali lembaga trigger ini diamputasi. Kita akan menempuh langkah-langkah yang secara hukum dibenarkan," tutur Indriyanto saat jumpa pers di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (7/10/2015). (Baca: Ruki dkk Tolak Revisi UU KPK, Ini Alasannya)

Kendati bersifat ad hoc, kata Indriyanto, keberadaan KPK tetap dibutuhkan. Dia mengatakan, KPK dilahirkan untuk menjadi pendorong atau trigger bagi lembaga penegak hukum lain dalam melakukan pemberantasan korupsi.

"KPK bisa ditutup kalau korupsi bersih sama sekali. Kalau belum, harus tetap hidup dan inilah KPK," katanya. (Baca: KPK Tegaskan Satu Suara dengan Jokowi)

Wacana revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK kembali mencuat ke tengah publik. Wacana itu muncul menyusul sikap sejumlah fraksi yang mengajukan revisi UU KPK masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas tahun 2015.

Mereka telah menyerahkan draf revisi UU KPK kepada Badan Legislasi (Baleg) DPR pada Selasa 6 September 2015.

Ada sejumlah pasal dalam draf itu yang dianggap memangkas kewenangan KPK. Antara lain, pembatasan usia KPK yang hanya 12 tahun setelah UU KPK yang baru disahkan, pencabutan kewenangan penuntutan, sistem penyadapan melalui izin pengadilan.

Dalam draf itu, KPK juga disebut hanya berwenang menangani kasus korupsi dengan minimum kerugian negara paling sedikit Rp50 miliar.


PILIHAN:


17 Jenazah Dikenali, WNI Korban Tragedi Mina Jadi 120 Orang
(dam)
Berita Terkait
Terima Banyak Komplain,...
Terima Banyak Komplain, Komisi III DPR Usul Dewas Ajukan Revisi RUU KPK
Lengkap! Kronologi UU...
Lengkap! Kronologi UU No 19 Tahun 2019 tentang KPK hingga Pernyataan Terbaru Jokowi yang Picu Polemik
Pimpinan DPR Ungkap...
Pimpinan DPR Ungkap Tak Ada Usulan Bahas Revisi UU KPK
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPP
Aksi Tuntut Revisi UU...
Aksi Tuntut Revisi UU ITE
UU ASN Disahkan, Begini...
UU ASN Disahkan, Begini Nasib 2,3 Juta Pegawai Honorer
Berita Terkini
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Pengamat Soroti Rumor...
Pengamat Soroti Rumor Privat di Kasus Febrie: Jangan Geser Fokus dari Substansi Hukum
Hangat dan Haru, Prabowo...
Hangat dan Haru, Prabowo Jamu Perwira TNI-Polri dan Orang Tua di Istana Usai Praspa 2026
Hari Anak Nasional ke-42,...
Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved