Hindari Kalah Praperadilan, Kejagung Diminta Tempuh Trik Ini
Senin, 05 Oktober 2015 - 08:58 WIB
Hindari Kalah Praperadilan, Kejagung Diminta Tempuh Trik Ini
A
A
A
JAKARTA - Kejaksaan sudah dua kali kalah dalam praperadilan. Pertama, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta kalah dari gugatan praperadilan yang diajukan oleh mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan, kemudian Kejaksaan Agung (Kejagung) kalah dari praperadilan yang diajukan PT Victoria Securities Indonesia (VSI).
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding mengimbau, agar Kejagung menyiapkan fakta kuat dalam menangani sebuah kasus. Sehingga Kejagung tidak lagi kalah, jika nantinya mendapat gugatan praperadilan.
"Agar tidak sering kalah, tentu fakta-fakta hukum yang disampaikan harus tidak dapat dibantah alias kuat," ujar Karding kepada Sindonews, Minggu 4 Oktober 2015.
Anggota Komisi III DPR itu meminta, agar Kejaksaan juga lebih cermat dalam menyiapkan bukti hukum. Sehingga, kasus yang ditangani Kejaksaan tidak lagi diganggu gugat oleh oknum tertentu.
"Nah untuk itu (bukti hukum) perlu lebih teliti dan menyajikan bukti-bukti hukum yang tidak terbantahkan," tandas Karding.
Pilihan:
PKS Prediksi Indonesia Akan Alami Tiga Krisis
Jokowi Dituding Cari Popularitas lewat BBM, PDIP Meradang
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding mengimbau, agar Kejagung menyiapkan fakta kuat dalam menangani sebuah kasus. Sehingga Kejagung tidak lagi kalah, jika nantinya mendapat gugatan praperadilan.
"Agar tidak sering kalah, tentu fakta-fakta hukum yang disampaikan harus tidak dapat dibantah alias kuat," ujar Karding kepada Sindonews, Minggu 4 Oktober 2015.
Anggota Komisi III DPR itu meminta, agar Kejaksaan juga lebih cermat dalam menyiapkan bukti hukum. Sehingga, kasus yang ditangani Kejaksaan tidak lagi diganggu gugat oleh oknum tertentu.
"Nah untuk itu (bukti hukum) perlu lebih teliti dan menyajikan bukti-bukti hukum yang tidak terbantahkan," tandas Karding.
Pilihan:
PKS Prediksi Indonesia Akan Alami Tiga Krisis
Jokowi Dituding Cari Popularitas lewat BBM, PDIP Meradang
(maf)