Ayo Beli Produk Indonesia

Sabtu, 12 September 2015 - 10:26 WIB
Ayo Beli Produk Indonesia
Ayo Beli Produk Indonesia
A A A
Agaton Kenshanahan
Mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional FISIP


Judul di atas adalah imbauan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dalam menghadapi tantangan ekonomi negara yang kian lemah. Melalui akun Twitter-nya, @jokowi pada tanggal 25 Agustus 2015 beliau berkata, ”Ayo bahu membahu atasi pelemahan rupiah dengan cara beli produk lokal.

” Ajakan di atas perlu direspons positif oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya, di tengah melemahnya perekonomian nasional, ketergantungan akan produk luar negeri akan mengakibatkan semakin lemahnya industri dalam negeri. Penggunaan produk dalam negeri setidaknya dapat menjadi dorongan bagi para pengusaha lokal untuk terus melakukan aktivitas produksi. Salah satu faktor produksi yang krusial adalah tenaga kerja. Menurut Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri, setidaknya ada 26.000 tenaga kerja yang tercatat telah dirumahkan dari potensi 30.000 (KORAN SINDO, 1/9).

Hal tersebut membuktikan bahwa perusahaan tidak bisa memproduksi barang dan jasa dalam jumlah banyak karena daya beli masyarakat yang sedang rendah sehingga untuk mengurangi produksi agar tidak berlebihan, perusahaan terpaksa merumahkan para pekerjanya. Padahal para pekerja yang dirumahkan juga membutuhkan pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan.

Jikalau mereka tidak memiliki penghasilan, mereka tidak memiliki daya beli untuk kebutuhan konsumsi. Dengan begitu, daya beli yang terus menurun akan mengakibatkan pelaku usaha juga semakin melemah. Siklus ini akan menjadi lingkaran setan yang menyebabkan kekacauan ekonomi jika tidak ditangani serius. Membeli produk Indonesia akan memberikan peran signifikan dalam perbaikan fondasi ekonomi nasional.

Dalam permasalahan ini kita tidak perlu saling menyalahkan. Kebiasaan mencari kambing hitam ini harus dihilangkan. Yang perlu dilakukan adalah bersama-sama berkontribusi memperkuat ekonomi Indonesia. Salah satunya adalah dengan membeli produk-produk Indonesia seperti himbauan Presiden. Selain itu, kebijakan proteksi terhadap pengusaha lokal perlu dilakukan. Karena jika di pasar terdapat produk asing yang lebih murah harganya, bisa dipastikan masyarakat akan mengonsumsi produk tersebut.

Hal penting lainnya adalah masyarakat tidak boleh panik dan terus meningkatkan produktivitas. Awak media juga perlu membantu mengampanyekan program-program strategis pemerintah. Pada akhirnya kita perlu melewati keadaan ini bersama-sama sebagai bangsa Indonesia yang satu. Tidak boleh egois dan mengedepankan kepentingan semata.
(ars)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved