Lebih Maju dengan Ekonomi Biru

Kamis, 10 September 2015 - 11:57 WIB
Lebih Maju dengan Ekonomi...
Lebih Maju dengan Ekonomi Biru
A A A
GHOFFAR ALBAB MAARIF
Mahasiswa Jurusan Teknik Industri ITS
(UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

Masih teringat jelas, salah satu gagasan cemerlang Presiden Jokowi yang mendapat dukungan publik dengan penuh antusiasme adalah tekadnya mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Karena itu dibutuhkan fokus dari pemerintah untuk mengembangkan sektor ekonomi berbasiskan kelautan. Salah satu gagasan yang dapat diterapkan untuk mempercepat perkembangan perekonomian kelautan Indonesia adalah dengan menggunakan konsep ekonomi biru. Gagasan ekonomi biru adalah pengembangan ekonomi yang berwawasan kelautan, bukan hanya melakukan eksploitasi terhadap sumber daya laut, melainkan juga pemeliharaan dan perlindungan ekosistem kelautan.

Singkatnya, ekonomi biru adalah percepatan untuk pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan potensi kelautan dan perikanan. Potensi ekonomi sektor kelautan Indonesia diperkirakan mampu mencapai USD1,2 triliun per tahun dengan penyerapan tenaga kerja berpotensi mencapai 40 juta orang.

Dengan modal potensi kelautan tersebut, Indonesia memandang laut dapat menjadi tumpuan pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan. (Firmanzah, 2012) Laut sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa seharusnya dapat dijadikan sebagai salah satu pilar utama untuk membantu mengakselerasi terwujudnya kemakmuran dan kejayaan bangsa Indonesia.

Harus diakui bahwa hingga saat ini pembangunan ekonomi kelautan Indonesia belum memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsanya. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa sumber daya alam kelautan yang dimiliki bangsa ini belum menjadi penggerak ekonomi nasional.

Di samping itu, pada kenyataannya di lapangan, pembangunan kelautan Indonesia masih banyak dilakukan secara sektoral dan parsial. Hal ini mengakibatkan sering terjadi tumpang tindih dan konflik kepentingan dalam pelaksanaan pembangunan dan pengelolaannya seperti yang sedang hangat dibicarakan saat ini mengenai dwelling time.

Kelautan Indonesia ke depan diharapkan dapat menjadi arus utama pembangunan nasional dengan memanfaatkan ekosistem perairan laut beserta segenap sumber daya yang terkandung di dalamnya secara berkelanjutan untuk kesatuan, kemajuan, dan kesejahteraan bangsa.
(bbg)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved