Kronologi Pertemuan DPR dengan Donald Trump di AS
Senin, 07 September 2015 - 13:16 WIB
Kronologi Pertemuan DPR dengan Donald Trump di AS
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menjelaskan pertemuannya dengan bakal Calon Presiden (Capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump.
Fadli mengungkapkan, pertemuan tersebut terjadi secara spontan. Pasalnya Ketua DPR Setya Novanto dan dirinya memang sebelumnya telah mengenal Donald.
"Acara spontan bertemu dengan Donald Trump karena Ketua DPR kenal, saya juga kenal, diterima jam 13.00 waktu setempat, diterima di ruangannya, kantornya, di Trumps Plaza, disediakan makanan minuman, sambil ngobrol, bercanda, foto-foto, kurang lebih 30 menit," ujar Fadli melalui siaran pers yang diterima Sindonews, Senin (7/9/2015).
Yang hadir di parlemen sedunia, selain Setya Novanto dan dirinya, yakni Tantowi Yahya (Ketua Komisi I), Aziz Syamsuddin (Ketua Komisi III), Robert Kardinal (Komisi IV), Michael Wattimena (Komisi V), Satya Widya Yudha (Komisi VII), Roem Kono (Ketua BURT), Nurhayati Ali Assegaf (Ketua BKSAP).
"Tapi tidak semua hadir dalam pertemuan itu (pertemuan bersama Donald)," ucap Fadli.
Setelah itu, lanjut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu, Donald Trump mengajaknya turun ke Lobi Kantor, Trumps Plaza untuk melihat konferensi pers.
"Bukan di hotel atau di lapangan. Kemudian, ternyata sudah ramai dan sambil berdiri, Donald ceritakan apa isinya, kemudian Ketua DPR diperkenalkan. Itu saja," jelas Fadli.
Maka itu Fadli menegaskan, pertemuan tersebut bukan pertemuan terkait kampanye Donald Trump. Pasalnya, ketika itu kampanye bakal Capres AS tersebut belum berlangsung.
"Untuk penentuan kandidat saja belum. Ini masih seorang individual, seorang pengusaha. Bukan sebagai calon presiden," ungkap Fadli.
Donald kata dia, mengundang Fadli dan para anggota DPR lainnya, lantaran Donald kenal dengan Ketua DPR. Setya Novanto. Apalagi Donald Trump memiliki investasi di Indoneisa.
"Di Bali dan Bogor, di dapil saya, di Kecamatan Cigombong, Lido. Jadi kita apresiasi dengan orang yang mau berinvestasi saat ekonomi Indonesia sedang terpuruk sekarang ini. Jadi apa masalahnya," kata Fadli.
"Jadi ada orang yang berusaha membesar-besarkan ini, padahal masalah yang besar adalah nilai rupiah yang semakin terpuruk, penggangguran banyak, harga sembako yang naik," tandasnya.
Pilihan:
Fadli Zon Bongkar Manuver PAN & Kegagalan Pemerintah Jokowi
Ini 5 Kasus Ditangani Buwas yang Diintervensi Pemerintah
Fadli mengungkapkan, pertemuan tersebut terjadi secara spontan. Pasalnya Ketua DPR Setya Novanto dan dirinya memang sebelumnya telah mengenal Donald.
"Acara spontan bertemu dengan Donald Trump karena Ketua DPR kenal, saya juga kenal, diterima jam 13.00 waktu setempat, diterima di ruangannya, kantornya, di Trumps Plaza, disediakan makanan minuman, sambil ngobrol, bercanda, foto-foto, kurang lebih 30 menit," ujar Fadli melalui siaran pers yang diterima Sindonews, Senin (7/9/2015).
Yang hadir di parlemen sedunia, selain Setya Novanto dan dirinya, yakni Tantowi Yahya (Ketua Komisi I), Aziz Syamsuddin (Ketua Komisi III), Robert Kardinal (Komisi IV), Michael Wattimena (Komisi V), Satya Widya Yudha (Komisi VII), Roem Kono (Ketua BURT), Nurhayati Ali Assegaf (Ketua BKSAP).
"Tapi tidak semua hadir dalam pertemuan itu (pertemuan bersama Donald)," ucap Fadli.
Setelah itu, lanjut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu, Donald Trump mengajaknya turun ke Lobi Kantor, Trumps Plaza untuk melihat konferensi pers.
"Bukan di hotel atau di lapangan. Kemudian, ternyata sudah ramai dan sambil berdiri, Donald ceritakan apa isinya, kemudian Ketua DPR diperkenalkan. Itu saja," jelas Fadli.
Maka itu Fadli menegaskan, pertemuan tersebut bukan pertemuan terkait kampanye Donald Trump. Pasalnya, ketika itu kampanye bakal Capres AS tersebut belum berlangsung.
"Untuk penentuan kandidat saja belum. Ini masih seorang individual, seorang pengusaha. Bukan sebagai calon presiden," ungkap Fadli.
Donald kata dia, mengundang Fadli dan para anggota DPR lainnya, lantaran Donald kenal dengan Ketua DPR. Setya Novanto. Apalagi Donald Trump memiliki investasi di Indoneisa.
"Di Bali dan Bogor, di dapil saya, di Kecamatan Cigombong, Lido. Jadi kita apresiasi dengan orang yang mau berinvestasi saat ekonomi Indonesia sedang terpuruk sekarang ini. Jadi apa masalahnya," kata Fadli.
"Jadi ada orang yang berusaha membesar-besarkan ini, padahal masalah yang besar adalah nilai rupiah yang semakin terpuruk, penggangguran banyak, harga sembako yang naik," tandasnya.
Pilihan:
Fadli Zon Bongkar Manuver PAN & Kegagalan Pemerintah Jokowi
Ini 5 Kasus Ditangani Buwas yang Diintervensi Pemerintah
(maf)