Mendobrak Peran Masyarakat Indonesia

Kamis, 03 September 2015 - 09:42 WIB
Mendobrak Peran Masyarakat...
Mendobrak Peran Masyarakat Indonesia
A A A
Saat ini topik hangat yang dimiliki Indonesia adalah mengenai keadaan mata uangnya, rupiah, yang melemah terhadap dolar Amerika. Salah satu pertanyaan yang muncul di benak kita saat ini adalah: apakah krisis mata uang ini hanya ada di Indonesia? Jawabannya adalah tidak. Negara-negara tetangga kita pun ikut mengalami pelemahan mata uang.

Malaysia, Thailand, dan negara-negara lainnya ikut mengalami. Jadi, hal ini dapat berarti bahwa dolarlah yang menguat sehingga mengakibatkan anjloknya nilai tukar mata uang rupiah dan negara-negara lainnya. Tak heran apabila harga barang-barang ikut melonjak naik, ibu rumah tangga pun menjerit, para buruh merintih karena kenaikan harga barang-barang tersebut tidak berbanding lurus dengan jumlah pendapatan mereka.

Uang transportasi dan uang makan ditebas, bahkan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) sudah di depan mata. Dampak tersebut juga berimbas pada mahasiswa. Mereka yang mengadakan kegiatan di lingkungan kampus, yang membutuhkan dana besar, menjadi sulit untuk mendapatkan tambahan dana dari pihak sponsor karena banyak perusahaan sedang menerapkan efisiensi.

Secara kasarnya, yang miskin semakin miskin. Melihat keadaan ini tidak membuat kita hanya bisa mengeluh dan membuat situasi yang ada semakin panas. Pemerintah sebagai penentu kebijakan sebaiknya mengurangi laju produk impor dan menaikkan laju ekspor . Selain itu, kita sebagai masyarakat Indonesia juga harus ikut bertindak dan berperan.

Masuknya teknologi yang ada bukan hanya membuat kita terlena akan fiturfitur mutakhirnya. Lantas, yang perlu kita lakukan adalah memanfaatkan teknologi yang ada agar tidak hanya memudahkan kita untuk menikmati sesuatu, tetapi juga menghasilkan sesuatu, termasuk yang dapat memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.

Seperti yang kita ketahui, selain industri furnitur dan agen wisata, bisnis ritel online pun ikut mengalami kenaikan di tengah merosotnya nilai rupiah. Hal ini disebabkan biaya produksi, harga jual barang, dan ongkos kirim yang relatif murah dan dipadukan dengan masih ada sifat konsumtif dari masyarakat Indonesia.

Setidaknya dengan membuka usaha sendiri dapat memperbaiki tingkat ekonomi pribadi dan dapat mengurangi tingkat pengangguran. Dengan berkurangnya tingkat pengangguran di Indonesia, dapat dikatakan fondasi ekonomi Indonesia akan semakin menguat.

Aisyah Hummaira
Mahasiswi Jurusan Ilmu Administrasi Niaga, Staf Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Administras
(ftr)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
KKP Tangkap Kapal Asing...
KKP Tangkap Kapal Asing Pengangkut 1,2 Ton Ikan Napoleon Ilegal
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved