Merdeka dari Konsumerisme

Selasa, 01 September 2015 - 09:40 WIB
Merdeka dari Konsumerisme
Merdeka dari Konsumerisme
A A A
Mochammad Iqbal Tawakal
Mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan



Memasuki umurnya yang ke-70 tahun, Indonesia sedang menghadapi tantangan multidimensi lintas zaman yang cukup serius.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta gempuran globalisasi adalah beberapa contoh di mana sebuah bangsa, seperti Indonesia, sedang berinteraksi dengan pusatpusat perkembangan zaman di dunia.

Salah satu aspek yang secara gamblang langsung dirasakan dampaknya adalah perubahan pola dan gaya hidup. Gaya hidup merupakan aspek interaksi sosial sehari-hari yang sangat dekat dengan masyarakat kita.

Gaya hidup meliputi bagaimana kita berinteraksi dalam mencukupi berbagai kebutuhan sehari-hari, seperti kebutuhan sandang, pangan, papan, dan teknologi komunikasi. Dewasa ini kita secara langsung dapat merasakan, orientasi terdapat kebutuhan-kebutuhan tersebut sedang mengalami pergeseran dan perubahan nilai-nilai mendasar.

Mantan ketua KPK Busyro Muqoddas dalam suatu kesempatan pernah bercerita mengenai sebuah penelitian yang menyatakan bahwa kualitas dosen dan mahasiswa Indonesia kini berada pada posisi yang paling rendah di Asia Tenggara. Sementara itu, pembangunan pusat- pusat perbelanjaan di kota-kota besar di Indonesia adalah catatan angka yang terbesar dan paling pesat di dunia.

Ini menunjukkan, minat dan orientasi pembangunan nasional dalam aspek peningkatan kualitas manusia berbanding terbalik dengan angka perkembangan gaya hidup masyarakat yang semakin tinggi. Masyarakat kini terdidik dengan satu doktrin baru yang berbunyi ”Saya membeli maka saya ada”.

Kemampuan seseorang dalam membeli suatu produk tertentu dapat menentukan status sosialnya di masyarakat. Seseorang boleh jadi beranggapan bukan bagian dari apa yang disebut dengan ”modern”, jika melewatkan hiruk- pikuk kepemilikan sebuah barang mewah dan berharga. Status sosial tersebut kini dikejar dan penting. Eksistensi manusia dinilai dari sejauh mana kemampuan mereka dalam menjadi ”modern” dengan membeli.

Perilaku konsumtif ini bertentangan dengan apa yang seharusnya diperjuangkan masyarakat suatu bangsa yang merdeka. Pasalnya, masyarakat akan melakukan apa saja untuk memperoleh yang diinginkannya. Masyarakat terjebak dengan janji-janji manis produk kapitalisme yang terus menggempur sendi-sendi kehidupan masyarakat.

Nilai-nilai yang ditawarkan mampu menjerumuskan masyarakat pada jebakan hedonisme yang berorientasi pada materi belaka. Secara tidak langsung, aspek kemanusiaan kita tengah memudar. Hedonisme tersebut telah menghilangkan kesadaran solidaritas kolektif kita. Gaya hidup konsumtif tersebut dapat direduksi dengan tiga langkah. Pertama, masyarakat perlu menempatkan diri sebagai penyedia, bukan lagi penikmat konten.

Produktivitas dan kreativitas menjadi kunci dalam upaya menyajikan produk dan memberikan nilai tambah. Kedua, kita harus mampu berpikir jernih dalam membuat keputusan antara apa yang kita inginkan dan apa yang kita perlukan.

Ketiga, pemerintah perlu segera mendorong geliat perekonomian mikro dan merangsang pertumbuhan ekonomi kreatif. Badan Ekonomi Kreatif yang telah dibentuk perlu bergegas dalam menyelesaikan agenda dan tugas-tugasnya.
(ars)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Istana Tepis Isu Pengunduran...
Istana Tepis Isu Pengunduran Diri Menkeu Purbaya
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik Deyang: Saya Sarjana Biologi Bukan Kehutanan
Jadi Kepala BGN, Nanik...
Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang: Mohon Dikoreksi Kalau Kami Salah
Mensesneg Beri Sinyal...
Mensesneg Beri Sinyal Said Iqbal Masuk Kabinet Merah Putih, Jabat Apa?
AMI: Kebudayaan sebagai...
AMI: Kebudayaan sebagai Solusi Krisis Kepribadian Bangsa
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran:...
Relawan Tim 8 Prabowo-Gibran: Program Perhutanan Sosial Jangkau 2 Juta Keluarga Petani
Infografis
10 Figur Publik Penerima...
10 Figur Publik Penerima Beasiswa LPDP, dari Mutiara Baswedan hingga Maudy Ayunda
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved