JK-Rizal Ramli Ribut, Eks Jubir Gus Dur Minta JK Bijak
Rabu, 19 Agustus 2015 - 11:00 WIB
JK-Rizal Ramli Ribut, Eks Jubir Gus Dur Minta JK Bijak
A
A
A
JAKARTA - Mantan Juru Bicara (Jubir) era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Adhie M Massardi mengkritik Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) atas kegaduhan politik pasca reshuffle kabinet.
Menurut Adhie, jika JK hadir sebagai negarawan, tindak-tanduknya hanya demi kemaslahatan rakyat, negara dan bangsa, serta tidak memiliki konflik kepentingan, tak akan muncul kegaduhan politik di level kabinet seperti sekarang.
"Pak JK itu kan Wapres dan pejabat negara paling senior sepuh di Republik ini," kata Adhie M Massardi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/8/2015).
Dia menambahkan, sesuai usianya, seharusnya JK lebih bijak dalam menyikapi saran dan gagasan perbaikan pemerintahan, dari mana pun datangnya. Sehingga lanjut dia, JK bisa menjadi teladan bagi anggota kabinet lainnya.
"Tidak malah menanggapinya secara emosional," tuturnya. (Baca: Rizal Ramli Tantang JK Debat soal Listrik 35.000 MW)
Lebih lanjut dia mengatakan, JK seharusnya memelopori perubahan mental masyarakat yang apabila mendengar gagasan yang benar, bukannya segera dilaksanakan, tapi mempersoalkan siapa dan bagaimana cara menyampaikannya.
"Padahal gagasan kebenaran tetaplah gagasan kebenaran, meskipun disampaikan Menko Kemaritiman (Rizal Ramli) dengan cara yang dianggap tidak lazim," ungkapnya.
Dia menceritakan, Presiden Amerika Serikat Franklin D Roosevelt tidak akan bisa mengakhiri Perang Dunia (PD) II kalau tidak merespons gagasan Albert Einstein, ilmuwan urakan rambut awut-awutan, yang disampaikan hanya lewat surat.
"Tapi sejarah mencatat, surat itu gagasan bikin bom atom yang kemudian dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, sebagai penutup PD II," katanya.
Dia menuturkan, bangsa Jepang yang feodalistik tidak akan semaju sekarang kalau tidak merespons gagasan Sakichi Toyoda, anak tukang kayu miskin, pendiri industri otomotif merk Toyota, pendorong Negeri Matahari Terbit menuju negara industri terkemuka di muka bumi.
"Bahkan mungkin kita akan tetap hidup dalam kegelapan kalau tetap berkutat pada cara pandang siapa dan bagaimana cara gagasan disampaikan. Karena temuan lampu pijar dan kelistrikan dikembangkan Thomas Alva Edison, orang Amerika yang tuli itu," ucapnya.
Maka itu lanjut dia, bangsa Indonesia harus mengubah mental itu. Dan menghormati gagasan kebenaran, serta bukan mempersoalkan siapa dan bagaimana cara gagasan itu dilontarkan.
"Pak Jusuf Kalla bisa jadi pelopor perubahan mental itu," pungkas Adhie.
Sekadar diketahui, JK meminta Rizal Ramli memahami dahulu persoalan yang ada sebelum menyampaikan kritik. Kritik JK itu menanggapi kritik dari Rizal yang menilai proyek pembangkit listrik 35.000 MW tidak masuk akal. Rizal pun menantang JK untuk diskusi terbuka di depan umum mengenai proyek tersebut.
Pilihan:
Prabowo: Kita Adalah Benteng Terakhir NKRI
Kritik Pedas Fadli Zon Soal Kegaduhan Rizal Ramli-JK
Menurut Adhie, jika JK hadir sebagai negarawan, tindak-tanduknya hanya demi kemaslahatan rakyat, negara dan bangsa, serta tidak memiliki konflik kepentingan, tak akan muncul kegaduhan politik di level kabinet seperti sekarang.
"Pak JK itu kan Wapres dan pejabat negara paling senior sepuh di Republik ini," kata Adhie M Massardi dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/8/2015).
Dia menambahkan, sesuai usianya, seharusnya JK lebih bijak dalam menyikapi saran dan gagasan perbaikan pemerintahan, dari mana pun datangnya. Sehingga lanjut dia, JK bisa menjadi teladan bagi anggota kabinet lainnya.
"Tidak malah menanggapinya secara emosional," tuturnya. (Baca: Rizal Ramli Tantang JK Debat soal Listrik 35.000 MW)
Lebih lanjut dia mengatakan, JK seharusnya memelopori perubahan mental masyarakat yang apabila mendengar gagasan yang benar, bukannya segera dilaksanakan, tapi mempersoalkan siapa dan bagaimana cara menyampaikannya.
"Padahal gagasan kebenaran tetaplah gagasan kebenaran, meskipun disampaikan Menko Kemaritiman (Rizal Ramli) dengan cara yang dianggap tidak lazim," ungkapnya.
Dia menceritakan, Presiden Amerika Serikat Franklin D Roosevelt tidak akan bisa mengakhiri Perang Dunia (PD) II kalau tidak merespons gagasan Albert Einstein, ilmuwan urakan rambut awut-awutan, yang disampaikan hanya lewat surat.
"Tapi sejarah mencatat, surat itu gagasan bikin bom atom yang kemudian dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, sebagai penutup PD II," katanya.
Dia menuturkan, bangsa Jepang yang feodalistik tidak akan semaju sekarang kalau tidak merespons gagasan Sakichi Toyoda, anak tukang kayu miskin, pendiri industri otomotif merk Toyota, pendorong Negeri Matahari Terbit menuju negara industri terkemuka di muka bumi.
"Bahkan mungkin kita akan tetap hidup dalam kegelapan kalau tetap berkutat pada cara pandang siapa dan bagaimana cara gagasan disampaikan. Karena temuan lampu pijar dan kelistrikan dikembangkan Thomas Alva Edison, orang Amerika yang tuli itu," ucapnya.
Maka itu lanjut dia, bangsa Indonesia harus mengubah mental itu. Dan menghormati gagasan kebenaran, serta bukan mempersoalkan siapa dan bagaimana cara gagasan itu dilontarkan.
"Pak Jusuf Kalla bisa jadi pelopor perubahan mental itu," pungkas Adhie.
Sekadar diketahui, JK meminta Rizal Ramli memahami dahulu persoalan yang ada sebelum menyampaikan kritik. Kritik JK itu menanggapi kritik dari Rizal yang menilai proyek pembangkit listrik 35.000 MW tidak masuk akal. Rizal pun menantang JK untuk diskusi terbuka di depan umum mengenai proyek tersebut.
Pilihan:
Prabowo: Kita Adalah Benteng Terakhir NKRI
Kritik Pedas Fadli Zon Soal Kegaduhan Rizal Ramli-JK
(maf)