Merayakan 70 Tahun Kemerdekaan

Kamis, 13 Agustus 2015 - 08:12 WIB
Merayakan 70 Tahun Kemerdekaan
Merayakan 70 Tahun Kemerdekaan
A A A
JONATHAN ALFRENDI
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial,
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Kependidikan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Setiap memperingati hari ulang tahun kemerdekaan, spirit nasionalisme kita kembali dibakar. Kita kembali diingatkan pada kisah heroik para pejuang bangsa dalam meraih kemerdekaan.

Dan, pada saat yang sama selalu muncul pertanyaan, sudahkah kita menjadi bangsa merdeka? Pada kenyataannya, setelah 70 tahun, mimpi indah kemerdekaan sebagai jembatan emas menuju kehidupan yang berdaulat lekas berubah menjadi mimpi buruk. Secara umum, pemerintah belum mampu melunasi janji kemerdekaan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

Kekayaan alam yang dimiliki negeri tak mendorong kesejahteraan kepada rakyatnya. Namun, Indonesia masih mantap. Kita masih memiliki jiwa-jiwa patriot yang berhasil mengharumkan bangsa di pentas dunia. Mereka mengisi kemerdekaan dengan meraih prestasi karena cinta pada negeri.

Tulisan ini mau mengangkat keberhasilan para prajurit TNI dalam menyabet gelar-gelar terbaik di panggung internasional. Di tengah pesimisme publik terhadap kemampuan sekaligus mutu persenjataan, justru para prajurit bangsa mampu menggulingkan keraguan tersebut.

Lewat kejuaraan menembak internasional, para prajurit TNI AD berhasil meraih juara umum Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2015 yang berlangsung di Puckapunyal, Victoria, Australia, beberapa waktu lalu. Meski berstatus sebagai juara bertahan sejak 2008, TNI AD tetap diremehkan dalam kompetisi tahun ini. Namun, kontingen kita tak gentar.

Dengan bermodalkan senjata buatan domestik dan latihan keras selama tiga bulan, kontingen Indonesia berhasil mengibarkan merah putih dengan naik podium juara lagi. Lokasi medan laga yang sulit disertai angin kencang serta suhu dingin justru semakin melecutkan semangat para prajurit kita.

Keberhasilan anggota tentara Indonesia di ajang bergengsi tersebut menunjukkan dua hal sekaligus. Pertama , ketangguhan dan semangat patriotik yang ditampilkan oleh para sniper TNI merupakan kado manis untuk bangsa Indonesia. Mereka berhasil memuliakan Indonesia di tingkat global.

Kedua , sebagai bangsa, kita bangga melihat senjata-senjata yang digunakan oleh anggota sniper TNI adalah buatan domestik, PT Pindad. Pabrik senjata yang berlokasi diJawa Barat ini ternyata mampu mengalahkan persenjataan canggih yang dipakai oleh tentara dari negara maju.

Pada akhirnya, setelah 70 tahun kemerdekaan, kita menyaksikan rantai sejarah yang berulang. Jika dulu, para pahlawan berhasil mengusir penjajah dengan senjata tradisional seperti bambu runcing.

Kini hal serupa kembali dilakukan oleh tentara kita. Menggunakan senjata buatan dalam negeri, mereka berhasil memecundangi senjata-senjata multicanggih buatan negara adikuasa di tanah The Socceroos.
(bbg)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved