Indonesia Tanpa Penjajahan

Rabu, 12 Agustus 2015 - 08:29 WIB
Indonesia Tanpa Penjajahan
Indonesia Tanpa Penjajahan
A A A
Tujuh puluh tahun silam, merupakan momentum awal bagi bangsa ini, di mana pada 17 Agustus 1945 presiden/wakil presiden Republik Indonesia, Soekarno-Hatta, membacakan teks Proklamasi yang dengannya menyatakan bahwa bangsa Indonesia telah bebas dan terlepas dari segala bentuk kekangan bangsa lain.

Kemerdekaan Indonesia di deklarasikan dengan lantang dan percaya diri, ”Kami, bangsa Indonesia menyatakan dengan ini, Ke-mer-de-ka-annya.” Peristiwa singkat itu akhirnya melahirkan sebuah negara baru, Negara Indonesia tanpa penjajahan. Kemerdekaan menjadi sebuah kemenangan dan puncak atas perjuangan orang-orang di masa itu.

Namun tak hanya sampai di situ, kemerdekaan juga harus diiringi dengan usaha untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang mandiri dan berpengaruh. Kemerdekaan tak hanya dimaknai sebagai sebuah ungkapan kebebasan saja, namun lebih dari itu.

Kemerdekaan harus diiringi dengan usaha untuk mempertahankannya dan terus membuat perubahan yang berarti demi kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga kemerdekaan tersebut dapat terus di genggam. Namun ironisnya, kini tak sedikit dari kita yang lupa dan lalai setelah memperoleh kemerdekaan.

Kita justru menghilangkan identitas nasionalisme yang seharusnya terus tertanam. Contohnya saja, dari aspek kebudayaan, Indonesia mulai terkikis dengan maraknya kebudayaan negara lain yang ”mampir” ke Indonesia. Hal-hal seperti ini disadari atau tidak, mulai berdampak pada gaya hidup kebanyakan masyarakat kita, mulai dari style , bahasa, makanan dan lain sebagainya.

Seolah, semua hal yang ditiru dari negara lain adalah suatu hal yang ”kekinian” dan orang yang mempertahankan ”ketradisionalannya” dianggap kuno. Dari aspek ekonomi, kini banyak warga negara asing yang tertarik untuk menjalankan bisnisnya di Indonesia.

Hal ini tentu berdampak baik pula. Namun jika pribumi kalah saing dan hanya menjadi pesuruh, bukankah ini suatu penjajahan yang tidak kita sadari? Sudah seharusnya kita menyadari, bahwa perjuangan untuk meraih kemerdekaan yang utuh belumlah usai.

Dulu, kini, dan di kemudian hari, kewajiban kita sebagai masyarakat yang baik, harus kita penuhi dengan berkontribusi dalam berbagai bidang yang kita tekuni, sehingga dapat mewujudkan Indonesia yang seutuhnya merdeka.

SUPIYANTI
Mahasiswi Jurusan Akuntansi Syariah STEI SEBI, Depok
(ftr)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Selain Penjara 4,5 Tahun,...
Selain Penjara 4,5 Tahun, Eks Wamenaker Noel Diminta Bayar Uang Pengganti Rp3,4 Miliar
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Divonis 4,5 Tahun Penjara...
Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Ganti Pengganti Rp3,4 Miliar, Noel: Saya Menerima Hukuman Itu
GREAT Institute Dorong...
GREAT Institute Dorong Program MBG Tetap Berjalan dan Semakin Berkualitas
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Yusril Ungkap Modus 'Permainan' di Jajaran Imigrasi
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved