Berpengalaman di Luar Negeri, JK Sebut Din Cocok Jadi Menlu
Jum'at, 07 Agustus 2015 - 16:36 WIB
Berpengalaman di Luar Negeri, JK Sebut Din Cocok Jadi Menlu
A
A
A
JAKARTA - Ada situasi menarik saat Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berpidato di acara penutupan Muktamar Muhammadiyah ke-47 siang ini.
Pria kelahiran Bone Sulawesi Selatan tersebut berkelakar bahwa Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2015-2020 Din Syamsuddin pantas menjadi Menteri Luar Negeri (Menlu).
"Saya kalau telepon (Pak Din) pagi kadang-kadang lebih banyak di luar negerinya daripada di Jakarta. Dimana Pak Din? Di Moskow, Praha. Maka saya bilang sebenarnya Pak Din ini lebih pantas jadi menlu daripada yang lain," ujar JK yang langsung disambut tepuk tangan meriah hadirin yang datang di Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), Sulawesi Selatan, Jumat (7/8/2015).
JK pun mengindikasikan peluang dari Din untuk masuk dalam jajaran kabinet. Hal itu ditekankan kembali melalui kalimat terakhir pidatonya. "Mudah-mudahan masih ada waktu," tambah JK.
Terkait kepemimpinan Din sendiri di PP Muhammadiyah selama 10 tahun, dinilai JK sangat membanggakan. Bahkan, JK berucap kepemimpinan pria asal Nusa Tenggara Barat itu telah memberi makna besar bagi umat dan bangsa.
"Pak Din telah memimpin Muhammadiyah selama 10 tahun, telah memberikan makna yang besar bagi umat dan bangsa, baik dalam maupun luar negeri," tukasnya.
PILIHAN:
Muktamar Muhammadiyah Telurkan 13 Rekomendasi Strategis
JK Resmi Tutup Muktamar Muhammadiyah
Pria kelahiran Bone Sulawesi Selatan tersebut berkelakar bahwa Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2015-2020 Din Syamsuddin pantas menjadi Menteri Luar Negeri (Menlu).
"Saya kalau telepon (Pak Din) pagi kadang-kadang lebih banyak di luar negerinya daripada di Jakarta. Dimana Pak Din? Di Moskow, Praha. Maka saya bilang sebenarnya Pak Din ini lebih pantas jadi menlu daripada yang lain," ujar JK yang langsung disambut tepuk tangan meriah hadirin yang datang di Balai Sidang Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), Sulawesi Selatan, Jumat (7/8/2015).
JK pun mengindikasikan peluang dari Din untuk masuk dalam jajaran kabinet. Hal itu ditekankan kembali melalui kalimat terakhir pidatonya. "Mudah-mudahan masih ada waktu," tambah JK.
Terkait kepemimpinan Din sendiri di PP Muhammadiyah selama 10 tahun, dinilai JK sangat membanggakan. Bahkan, JK berucap kepemimpinan pria asal Nusa Tenggara Barat itu telah memberi makna besar bagi umat dan bangsa.
"Pak Din telah memimpin Muhammadiyah selama 10 tahun, telah memberikan makna yang besar bagi umat dan bangsa, baik dalam maupun luar negeri," tukasnya.
PILIHAN:
Muktamar Muhammadiyah Telurkan 13 Rekomendasi Strategis
JK Resmi Tutup Muktamar Muhammadiyah
(kri)