Usulan Pasal Penghinaan Bisa Berujung Pemakzulan Presiden

Kamis, 06 Agustus 2015 - 06:05 WIB
Usulan Pasal Penghinaan...
Usulan Pasal Penghinaan Bisa Berujung Pemakzulan Presiden
A A A
JAKARTA - Usulan kembali menghidupkan pasal penghinaan presiden dalam RUU KUHP dinilai inkonstitusional. Bahkan, usulan tersebut dapat berujung kepada pemakzulan presiden lantaran pasal itu sudah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

"Itu inkonstitusional. Kalau Presiden mengajukan yang inkonstitusional maka DPR bisa interpelasi. Bahkan menyatakan pendapat bahwa Presiden melanggar konstitusi, bisa berujung kepada pemakzulan," ungkap Pakar Hukum Tata Negara Irman Putra Siddin kepada wartawan di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu 8 Agustus 2015 kemarin.

Irman menjelaskan, pengusulan pasal tersebut dinilai inkonstitusional lantaran sebelumnya telah ditolak dan dihapus oleh MK. Kecuali, jika MPR telah membatalkan putusan MK itu.

Setelah dibatalkan, maka Presiden diperbolehkan untuk mengajukan kembali pasal itu. "Nah, kalau caranya tanya MPR. MPR sepertinya juga tidak tahu," jelas Irman.

Oleh karena itu, Irman menegaskan, tidak ada alasan lagi bagi DPR untuk menerima usulan tersebut. Karena, usulan tersebut sudah tidak memiliki pijakan konstitusi.

Bahkan, DPR bisa menilai bahwa usulan itu melanggar konstitusi lewat sejumlah mekanisme yang berlaku di DPR. "Tidak hanya ditolak, tapi bisa berujung pada pemakzulan Presiden," tandasnya.

Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa berpendapat, kalau pasal itu kembali dihidupkan maka pasal itu nantinya akan digugurkan kembali di MK. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak sensitif bahkan cenderung melanggar konstitusi.

"Makanya itu dibatalkan karena tidak sesuai konstitusi dan digugat. Kalau ini tetap berarti pemerintah tidak sesuai konstitusi," kata Desmond saat dihubungi wartawan.
(whb)
Berita Terkait
Pemberlakuan UU KUHP–KUHAP...
Pemberlakuan UU KUHP–KUHAP Jadi Sorotan
Guru Besar UNM Sebut...
Guru Besar UNM Sebut 2026 Jadi Pembuktian Tansformasi Hukum Indonesia
Pengamat Nilai RKUHAP...
Pengamat Nilai RKUHAP 2025 dan KUHP Nasional Tak Sinkron
DPR: KUHP dan KUHAP...
DPR: KUHP dan KUHAP Baru Pastikan Hanya Orang Jahat yang Dipenjara
Polri Pedomani KUHP-KUHAP...
Polri Pedomani KUHP-KUHAP Baru yang Berlaku Hari Ini
Deretan Pasal Kontroversial...
Deretan Pasal Kontroversial dalam KUHP Baru
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Putuskan Ajukan Praperadilan
Perhitungan Kerugian...
Perhitungan Kerugian Negara Dipertanyakan, Pengamat Dorong Reformasi Audit BPKP
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved