NU Dorong Pembangunan Desa

Senin, 03 Agustus 2015 - 11:09 WIB
NU Dorong Pembangunan...
NU Dorong Pembangunan Desa
A A A
JOMBANG - Menteri Desa, Pembangun Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar mengharapkan Muktamar Ke-33 NU dapat menjadi momentum mendorong upaya pembangunan desa mengingat basis NU yang kebanyakan berada di wilayah perdesaan.

”Saya sebagai menteri desa dan kader NU tentu sangat berharap muktamar ini menjadi momentum untuk menyatukan semangat andil warga NU dalam upaya pembangunan desa yang menjadi salah satu tugas di Kemendes,” katanya di Jombang, Jawa Timur, kemarin.

Muktamar Ke-33 NU yang akan berlangsung di Kabupaten Jombang pada 1–5 Agustus nanti diharapkan dapat memberikan atmosfer semangat membangun desa yang menjadi program pemerintah. Hal ini karena selain warga NU notabene penduduk desa, pelaksanaan muktamar di Kota Santri itu sangat tepat untuk menyatukan suasana kebatinan para peserta muktamar dalam ikut serta memikirkan upaya pembangunan desa yang saat ini tengah menjadi fokus utama pemerintah.

Marwan juga mengatakan, selain dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan semangat membangun desa, Muktamar NU kali ini juga untuk menyatukan kembali ikhtiar NU sebagai organisasi yang lebih mengedepankan musyawarah dan toleransi. ”Ini perlu direfleksikan kembali di acara yang melibatkan kader NU dari berbagai tingkatan tersebut agar NU bisa istiqamah dalam menjaga keharmonisan antarumat,” katanya.

Menurut Marwan, warga NU sangat penting menjaga dan meningkatkan dua hal tersebut. Sebab, keduanya merupakan modal dasar dalam membangun Indonesia yang rahmatan lil alamin. ”Percuma kita membangun desa, tapi masyarakatnya masih terlalu kaku dalam menerima pendapat orang lain, keyakinan umat agama lain. Inilah tugas kita (NU) bersama, bagaimana agar ke depan tidak ada lagi masyarakat desa yang mempersoalkan perbedaan,” katanya.

Dengan sikap intoleransi yang masih terjadi berbagai daerah, Marwan menegaskan, betapapun semangat membangundesateruskitalakukan, akan sulit maju dan berkembang. Karena intoleransi sangat rentan diprovokasi yang berujung pada kerusuhan. ”Kita ambil contoh kasus kerusuhan antar umat beragama terakhir yang terjadi di Kabupaten Tolikara Papua beberapa pekan lalu. Sekali lagi, ini harus kita jadikan refleksi bersama, agar ke depan hal demikian tidak terjadi lagi di daerah atau desa yang lain,” katanya.

Sementara itu, anggota DPR Helmy Faishal Zaini mengatakan negara atau pemerintah mesti turut memperhatikan pesantren. ”Pesantren jangan dibiarkan dan ditinggalkan,” tegasnya saat berbicara pada diskusi dan bedah buku terbarunya Pesantren Akar Pendidikan Islam Nusantara.

Menurut Helmy, anggaran 20% APBN untuk pendidikan sebenarnya sudah ideal. Hanya anggaran untuk pesantren masih terlalu sedikit. Padahal pesantren memiliki kontribusi luar biasa dalam ikut membangun bangsa.

Sucipto
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
Tutup P3N 27, Gubernur...
Tutup P3N 27, Gubernur Lemhannas Tegaskan Pemimpin Nasional Harus Berintegritas, Adaptif, dan Visioner
Jejak Uang Rp366,7 Miliar...
Jejak Uang Rp366,7 Miliar ke Pegawai Imipas Bongkar Dugaan Pemerasan oleh Silmy Karim
Kejagung Tak Sita Motor...
Kejagung Tak Sita Motor Listrik Kasus Dugaan Korupsi di Badan Gizi Nasional, Ini Alasannya
Dadan Hindayana Cs Korupsi...
Dadan Hindayana Cs Korupsi Tata Kelola MBG, Noel: Memprihatinkan
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Infografis
3 Alasan Komisi Eropa...
3 Alasan Komisi Eropa Dorong UE Miliki Blok Pertahanan Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved