Mary Jane Dijenguk Pejabat Kementerian Kehakiman Filipina

Jum'at, 31 Juli 2015 - 19:23 WIB
Mary Jane Dijenguk Pejabat...
Mary Jane Dijenguk Pejabat Kementerian Kehakiman Filipina
A A A
YOGYAKARTA - Pejabat Kementerian Kehakiman Filipina menjenguk terpidana mati kasus narkotika asal Filipina, Mary Jane Fiesta Veloso (30), di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Wirogunan Yogyakarta.

Rombongan dipimpin Chief State Counsel Filipina, Richardo Paras III, didampingi jaksa dan polisi Filipina, tim pengacara Mary Jane, serta pejabat Kedutaan Besar Filipina untuk Indonesia, Kanwil Kemenkumham DIY, dan jaksa Kejaksaan Tinggi DIY.

Mereka tiba di Lapas Wirogunan pukul 11.30 WIB. Sekira 30 menit kemudian rombongan meninggalkan Lapas. Namun rombongan berjumlah 15 orang itu tak bersedia memberikan keterangan langsung ke wartawan seputar alasan menjenguk Mary Jane.

Kepala Kanwil Kemenkumham DIY Dwi Prasetyo Santoso yang turut mendampingi rombongan mengatakan, kedatangan para pejabat Filipina ini hanya kunjungan biasa. Tidak ada pembicaraan menyangkut masalah hukum Mary Jane. "Cuma kunjungan biasa sebagai sesama warga Filipina," kata Dwi di Lapas Wirogunan, Yogyakarta, Jumat (31/7/2015).

Mengutip keterangan Paras, Dwi menyebutkan pemerintah Filipina menegaskan tidak akan ikut campur proses hukum di Indonesia, termasuk kasus Mary Jane. Meski demikian, pengacara Mary Jane, Agus Salim meyakini rangkaian kunjungan pejabat teras bidang hukum Filipina ini ada kaitannya dengan kasus yang menjerat kliennya itu.

Apalagi sampai saat ini, proses hukum terhadap Maria Kristina Sergio yang disebut-sebut sebagai perekrut Mary Jane di jaringan narkotika internasional masih berjalan di Filipina. "Tapi yang pasti kunjungan ini hanya silaturahmi biasa," kata Agus Salim.

Rasa simpati terhadap Mary Jane yang lolos dari eksekusi mati tahap dua pada April lalu memang terus bergulir dari pihak Filipina. Sebelumnya nama-nama seperti Menteri Luar Negeri Filipina Albert de Rosario hingga petinju dunia asal Filipina Manny Pacquiao telah menjenguk ibu dua orang putera itu.

Kini Mary Jane masih menunggu kepastian nasibnya apakah tetap akan dieksekusi atau diberi keringanan hukuman oleh pemerintah Indonesia. Untuk saat ini dia masih diperlukan untuk bersaksi pada proses hukum Maria yang sedang berjalan di otoritas hukum Filipina.
(hyk)
Berita Terkait
Kriminolog UI: Hukuman...
Kriminolog UI: Hukuman Percobaan 10 Tahun Cukup untuk Rehabilitasi Terpidana
Pakar Hukum Minta Pengadilan...
Pakar Hukum Minta Pengadilan di Indonesia Hindari Vonis Mati
Oknum Polisi Terdakwa...
Oknum Polisi Terdakwa Narkoba Dituntut Mati
Saudi Hapus Hukuman...
Saudi Hapus Hukuman Mati Anak di Bawah Umur
KUHP Baru Berikan Potongan...
KUHP Baru Berikan Potongan Hukuman Terpidana Mati Jika Berkelakuan Baik
Kontras: Perlu Tolak...
Kontras: Perlu Tolak Ukur Objektif Sebelum Hukuman Mati Dijatuhkan
Berita Terkini
Abdullah Alkatiri Yakin...
Abdullah Alkatiri Yakin JPU Tidak Bakal Mendakwa Ulang Dokter Tifa
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Infografis
10 Pejabat Badan Gizi...
10 Pejabat Badan Gizi Nasional dan Latar Belakangnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved