Erwin Syafitri Jabat Wakil KSAD, Pos Pangdam Jaya Kosong

Selasa, 28 Juli 2015 - 08:03 WIB
Erwin Syafitri Jabat Wakil KSAD, Pos Pangdam Jaya Kosong
Erwin Syafitri Jabat Wakil KSAD, Pos Pangdam Jaya Kosong
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) Mayjen TNI M Erwin Syafitri dipromosikan menjadi wakil kepala staf TNI Angkatan Darat(KSAD) menggantikan Letjen TNI Muhammad Munir yang memasuki masa pensiun.

Posisi Kabais akan dijabat Mayjen TNI Yayat Sudrajat yang sebelumnya menduduki posisi Aspam KSAD. Promosi Erwin merupakan bagian dari mutasi besar-besaran yang diumumkan Mabes TNI, kemarin. Selain jajaran TNI AD, mutasi juga dilakukan di TNI Angkatan Laut (AL) dan TNI Angkatan Udara (AU). Berdasar rilis yang disampaikan Pusat Penerangan TNI, mutasi melibatkan 84 perwira TNI.

Dari jumlah tersebut, matra Angkatan Darat paling banyak, yakni 48 orang. Yang menarik, mutasi berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/593/VII/2015tanggal25Juli2015 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI ini tidak menyebutkan pejabat baru untuk posisi Pangdam Jaya yang ditinggalkan Mayjen TNI Agus Sutomo.

Mantan Danjen Kopassus tersebut akan menjabat komandan Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) menggantikan TNI Letjen TNI Lodewijk Freidrich Paulus yang memasuki masa pensiun. Dengan demikian, pemegang teritorial Ibu Kota tersebut masih kosong. Belum ada penjelasan dari pihak TNI terkait kondisi itu. “Mutasi jabatan ini dalam rangka pembinaan organisasi TNI guna mengoptimalkan tugastugas TNI yang sangat dinamis dan semakin berat ke depan,” ujar Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya.

Selain Wakil KSAD, Dankodiklat, mutasi di level bintang tiga juga terjadi untuk jabatan Panglima Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad) yang ditinggalkan Jenderal TNI Mulyono ke jabatan barunya sebagai KSAD. PangdamI/BukitBarisanMayjen TNI Edy Rahmayadi mendapatkan promosi untuk menempati kursi tersebut. Pergantian juga dilakukan untuk posisi Kepala Pusat Penerangan TNI.

Jabatan yang saat ini ditempati Mayjen TNI M Fuad Basya beralih ke Mayjen TNI Endang Sodik yang sebelumnya menjabat sebagai Pa Sahli Tk III Bidang Banusia Panglima TNI. Fuad Basya selanjutnya menjadi Pati Mabes TNI karena memasuki masa pensiun. Mutasi juga melibatkan sejumlah perwira lainnya. Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Doni Monardo akan menjabat sebagai Pangdam XVI/Pattimura.

Sedangkan posisi danjen Kopassus akan dijabat oleh Brigjen TNI Muhammad Herindra, yang saat ini menjabat sebagai kasdam III/Siliwangi. Lulusan terbaik Akmil 1987 yang pernah menjabat wadanjen Kopassus ini merupakan orang kedua di angkatannya yang mendapat bintang dua setelah Danpaspampres Mayjen TNI Andika Perkasa.

Untuk pos panglima Kodam, Mayjen TNI Purwadi Mukson yang sebelumnya menjabat Wadan Kodiklat TNI AD menjadi Pangdam II/Sriwjaya, Mayjen TNI Sumardi dari gubernur Akmil menjadi Pangdam V/Brawijaya, sedangkan Mayjen TNI Eko Wiratmoko dari Pangdam V/Brawijaya akan menempati tugas baru sebagai Sesmenko Polhukam. Selain di TNI AD, mutasi dan promosi juga dilakukan di TNI AL dan TNI AU.

Di matra laut setidaknya ada 12 perwira tinggi, sedangkan di matra udara ada 24 perwira tinggi yang mengalami rotasi dan promosi, di antaranya MarsmaTNIHadiTjahjanto, dari Danlanud Abdurahman Saleh menjadi Sesmilpres Kemsetneg. Wakil Ketua Komisi I DPR Tantowi Yahya melihat, proses rotasi dan mutasi di TNI merupakan bagian dari tour of duty. “Saya melihat pergantian tersebut berdasarkan kebutuhan dalam rangka jenjang karier dan penguatan di sektor-sektor tertentu. Tidak ada motif politik karena ada pergantian Panglima TNI,” ujarnya.

Menurut Tantowi, sejauh ini mutasi dan rotasi di TNI sudah sesuai dengan aturan dan undang-undang. “Prajurit TNI kalau sudah sampai pada level tertentu harus sanggup menanggung beban dan bertanggung jawab terhadap keamanan suatu wilayah,” ucapnya. Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertapati juga menilaimutasidilingkunganTNI merupakanhalyangbiasadannormal saja dalam sebuah institusi, termasuk TNI, meskipun mungkin publik melihat ada yang tidak sesuai harapan.

“Mungkin orang melihat seseorang pantas di mana ternyata ditaruh bukan sesuai harapan. Tapi saya yakin semua sudah melalui wanjakti dan sudah ada hitungan karier mereka,” ucapnya. Menurut Nuning, publik juga harus memahami bahwa ada hiden renstra. Seseorang yang dirotasikan, kata Nuning, bisa saja kemudian menjadi loncatan hebat ke tempat selanjutnya. “Semoga saja bukan like and dislike,” ucapnya.

Sucipto
(ars)
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
berita/ rendering in 0.3110 seconds (0.1#10.140)