Golkar dan PPP Harus Tahan Ego jika Ingin Ikut Pilkada

Rabu, 15 Juli 2015 - 23:59 WIB
Golkar dan PPP Harus...
Golkar dan PPP Harus Tahan Ego jika Ingin Ikut Pilkada
A A A
JAKARTA - Fraksi PAN berpendapat sejak awal DPR bersepakat semua parpol yang punya kursi di parlemen sebaiknya diikutsertakan dalam pilkada serentak 2015. Sehingga, calon-calon potensial diberikan kesempatan yang sama. Terlebih sudah ada jalan keluar yang diberikan KPU dan pemerintah.

"Kita juga setuju usulan KPU, Bawaslu, dan Pak JK (Wapres Jusuf Kalla) juga menyetujui. Bahkan, bisa mengajukan kandidat sama dari dua kubu di dokumen yang berbeda," ujar Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto saat dihubungi SINDO, Rabu (15/7/2015).

Dengan adanya putusan PT TUN, lanjut Yandri, itu tidak mengubah kesepakatan sebelumnya. Karena, putusan itu belum inkracht maka tidak bisa diambil salah satu kubu saja. Jadi hendaknya kedua belah pihak tetap mematuhi kesepakatan itu.

"Misalnya Kubu Agung tidak sejalan dengan Kubu Ical maka keduanya tidak bisa ikut pilkada. Putusan PT TUN kan belum inkracht, jadi belum ada pemenangnya," jelasnya.

Oleh karena itu, Yandri berpendapat, kedua kubu dari masing-masing parpol harus mengusung calon yang sama. Bagaimana mereka menangguhkan ego masing-masing untuk kepentingan partai secara nasional.

"Tinggal apa Kubu Ical sama Kubu Agung atau Kubu Djan Faridz dan Kubu Romi kompak mengusung kepala daerah?" imbuh Ketua Poksi PAN di Komisi II itu.

Lebih dari itu, dia mengakui bahwa ini memang tidak sesuai dengan UU Nomor 8 Tahun 2015, tapi perlu dicarikan peluang agar kedua parpol ini bisa ikut pilkada. Sehingga, islah terbatas menjadi solusi terbaik.

Dia menambahkan, itu sebabnya berkas untuk mengajukan calon harus dari kedua kubu. Sehingga, jika nanti salah satu kubu dimenangkan, berkas kubu yang kalah dimusnahkan oleh KPU.

"Yang penting pendaftaran ini terkejar dan tidak ada yang hangus," pungkasnya.

PILIHAN:

Golkar Lebih Berpeluang Ikut Pilkada Ketimbang PPP

Abaikan Perbedaan, Golkar Utamakan Kompromi Politik di Pilkada
(kri)
Berita Terkait
Muktamar PPP Tetap Digelar...
Muktamar PPP Tetap Digelar Setelah Pilkada 2020
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Konsolidasi Jelang Pilkada...
Konsolidasi Jelang Pilkada 2024, Mardiono Hadir di Pesisir Barat
Waketum PPP Sangkal...
Waketum PPP Sangkal Aturan Tidak Ada Muscablub dan Muswilub Jelang Muktamar
Berita Terkini
Kecanggihan 12 Pesawat...
Kecanggihan 12 Pesawat Latih Tempur Leonardo M-346 F Block 20 yang Dibeli Kemhan
Cerita Warga Jember...
Cerita Warga Jember Mudahnya Berobat dengan BPJS Kesehatan
Kejagung Periksa Febrie...
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah sebagai Saksi terkait Sprindik Baru Kasus TPPU, Kok Bisa?
KPK Dalami Pertemuan...
KPK Dalami Pertemuan Bupati Kuansing Suhardiman Amby dengan Menhut Raja Juli
KPK Sita Catatan Keuangan...
KPK Sita Catatan Keuangan usai Geledah Rumah Dinas hingga Kantor Bupati Lombok Barat
7 Kasus Pencucian Uang...
7 Kasus Pencucian Uang Terbesar di Indonesia, Nilainya Tembus Belasan Triliun hingga Penjara Seumur Hidup
Infografis
Mahfud MD: Perilaku...
Mahfud MD: Perilaku Hedon dan Flexing Kaesang-Erina Harus Diselidiki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved