Politikus PDIP Ini Geram Istana Salah Terus
Rabu, 08 Juli 2015 - 17:13 WIB
Politikus PDIP Ini Geram Istana Salah Terus
A
A
A
JAKARTA - Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu geram menyikapi kesalahan penulisan nama lembaga Badan Intelijen Negara (BIN) dalam surat undangan pelantikan Kepala BIN.
Bagi Masinton kesalahan penulisan nama lembaga negara sebagai sesuatu hal yang memalukan. Bahkan Masinton menilai kesalahan seperti itu tidak bisa ditoleransi.
"Ini bukan kesalahan biasa atau sekadar teknis. Ini bentuk ketidakprofesionalan pejabat di lingkar dalam Istana Negara," kata Masinton kepada Sindonews, Rabu (8/7/2015).
Menurut anggota Komisi III DPR ini, Menteri Sekretaris Negara telah berulangkali melakukan kesalahan administrasi. Kesalahan itu tidak hanya menurunkan kepercayaan publik terhadap presiden, tapi juga menurunkan kewibawaan lembaga negara. (Baca: Istana Minta Maaf Salah Ketik Nama BIN)
"Menterinya harus dievaluasi. Ini adalah kesalahan berulangkali. Keledai saja tidak mau terperosok di lubang yang sama berkali-kali," tutur Masinton.
Sekadar informasi, polemik tentang kekeliruan pemerintah Jokowi beberapa kali terjadi. Antara lain terkait pernyataan Jokowi yang menyebutkan Indonesia masih berhutang dengan International Monetary Fund (IMF).
Pernyataan itu sempat dibantah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menegaskan hutang Indonesia kepada IMF sudah lunas. (Baca: Koreksi Jokowi, SBY Tegaskan Utang RI ke IMF Sudah Lunas)
Kemudian, polemik seputar pernyataan Presiden yang menyebut Presiden Soekarno lahir di Blitar. (Baca: Keliru Data Soekarno, Tim Jokowi Minta Maaf)
PILIHAN:
Setneg Salah Ketik BIN, Rachel Maryam: Memalukan!
Bagi Masinton kesalahan penulisan nama lembaga negara sebagai sesuatu hal yang memalukan. Bahkan Masinton menilai kesalahan seperti itu tidak bisa ditoleransi.
"Ini bukan kesalahan biasa atau sekadar teknis. Ini bentuk ketidakprofesionalan pejabat di lingkar dalam Istana Negara," kata Masinton kepada Sindonews, Rabu (8/7/2015).
Menurut anggota Komisi III DPR ini, Menteri Sekretaris Negara telah berulangkali melakukan kesalahan administrasi. Kesalahan itu tidak hanya menurunkan kepercayaan publik terhadap presiden, tapi juga menurunkan kewibawaan lembaga negara. (Baca: Istana Minta Maaf Salah Ketik Nama BIN)
"Menterinya harus dievaluasi. Ini adalah kesalahan berulangkali. Keledai saja tidak mau terperosok di lubang yang sama berkali-kali," tutur Masinton.
Sekadar informasi, polemik tentang kekeliruan pemerintah Jokowi beberapa kali terjadi. Antara lain terkait pernyataan Jokowi yang menyebutkan Indonesia masih berhutang dengan International Monetary Fund (IMF).
Pernyataan itu sempat dibantah mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menegaskan hutang Indonesia kepada IMF sudah lunas. (Baca: Koreksi Jokowi, SBY Tegaskan Utang RI ke IMF Sudah Lunas)
Kemudian, polemik seputar pernyataan Presiden yang menyebut Presiden Soekarno lahir di Blitar. (Baca: Keliru Data Soekarno, Tim Jokowi Minta Maaf)
PILIHAN:
Setneg Salah Ketik BIN, Rachel Maryam: Memalukan!
(dam)