Rendahnya Minat terhadap Kapal

Sabtu, 04 Juli 2015 - 11:33 WIB
Rendahnya Minat terhadap...
Rendahnya Minat terhadap Kapal
A A A
Habibi Bahari Alfattah
Mahasiswa Jurusan Teknik Nuklir

Ketergantungan masyarakat terhadap transportasi umum kadang kala kurang mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah.

Tingginya jumlah pemudik menjelang Lebaran secara tidak langsung mengode pemerintah agar lebih menyiapkan transportasi umum yang ada. Pada umumnya, transportasi jarak jauh yang menghubungkan antarpulau ada tiga, yaitu udara, darat, dan air. Sayangnya di antara ketiga jalur ini, jalur air merupakan opsi terakhir bagi pemudik jika jalur udara dan darat tidak tersedia.

Kurangnya minat pemudik menggunakan jasa kapal laut bukanlah tanpa alasan. Selain biaya, faktor lain juga mendorong rendahnya minat pemudik menggunakan jasa transportasi air. Sulitnya mendapatkan tiket kapal laut menjadikannya kurang diminati, berbeda dengan tiket pesawat maupun kereta api yanglebih mudah di dapatkan karena bisa dipesan secara online , ditambahlagi banyaknya calo yang berkeliaran yang meresahkan masyarakat.

Di era serbapraktisini, masyarakat cenderungmenyukaihal-halyang simpel dan instan. Kapal laut, tiketnya hanya bisa dipesan secara offline atau dibeli secara langsung dan hanya bisa dibeli ke agen yang memiliki kerja sama dengan Pelni kadang kalajadwalyangadadiagentidaklahselengkapdisitusPelni. Alasan kebersihan dan kenyamanan juga kerap kali membuat masyarakat ogah naik kapal. Keamanan juga hal paling diperhitungkan oleh penumpang.

Jika di pesawat dan kereta api kita menemukan bagasi kabin untuk menyimpan barang bawaan, berbeda dengan kapal, tidak ada tempat penyimpanan yang aman di sekitar penumpang. Semestinya kapal laut merupakan transportasi yang aman dan nyaman serta transportasi yang memedulikan penumpangnya. Hal ini terbukti dengan tersedianya makan dan minum sebanyak tiga kali sehari serta tempat ibadah yang nyaman dan bersih. Namun kadang kala masalah-masalah yang ada seperti di atas menjadikannya tidaklah senyaman yang dipikirkan.

Kapal laut bisa menjadi transportasi yang menarik aman dan nyaman jika pengelola lebih memperhatikan kebersihan dan kenyamanan yang ada di dalam kapal serta memperketat keamanan barang bawaan penumpang seperti menambahkan loker atau lemari khusus penyimpanan barang yang dibagikan satu-satu ke penumpang sehingga penumpang bisa tidur nyenyak tanpa harus terlalu mengkhawatirkan barang bawaan. Alhasil kapal laut bisa menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian maupun mudik.
(bbg)
Berita Terkait
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved