Infrastruktur dan Aspek Psikologis

Sabtu, 04 Juli 2015 - 11:32 WIB
Infrastruktur dan Aspek...
Infrastruktur dan Aspek Psikologis
A A A
Christine BerlIANA
Mahasiswi Fakultas Psikologi

Perbaikan infrastruktur menjelang mudik merupakan hal yang tidak asing kita jumpai. Seakan menjadi agenda rutin, perbaikan infrastruktur menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan dinas terkait setiap tahunnya.

Hal ini disebabkan kebutuhan mobilisasi pemudik yang semakin lama semakin tinggi. Demi kelancaran pemudik, infrastruktur harus tersedia baik dari segi keamanan maupun kesiapan. Jumlah pemudik mengalami kenaikan yang signifikan setiap tahunnya. Hal ini dipicu oleh pertumbuhan penduduk yang semakin melesat.

Di samping itu, adanya tren urbanisasi menyebabkan meningkatnya frekuensi mobilitas masyarakat. Frekuensi mobilitas masyarakat yang tinggi seharusnya diimbangi pula dengan infrastruktur yang memadai. Akan tetapi, dewasa ini infrastruktur yang tersedia masih belum dapat mencukupi kebutuhan masyarakat. Misalnya jalur alternatif di Cirebon, Jawa Barat, dan Brebes, Jawa Tengah yang masih mengalami kerusakan (KORAN SINDO , 26/6).

Keamanan dan kesiapan infrastruktur secara implisit turut memberikan sumbangsih bagi dinamika psikologis pengendara. Misalnya saja saat dalam kondisi kemacetan. Jarak tempuh yang jauh dan situasi jalan yang rumit dapat menyebabkan stres bagi pengendara. Selain itu, pengendara menjadi mudah tersulut emosi negatif. Stres dan emosi negatif yang dialami pengendara dalam kondisi macet disebabkan oleh dua hal.

pertama , terbatasnya personal space antar pengendara. Banyaknya volume kendaraan yang tidak diiringi bertambahnya ruas jalan menyebabkan penumpukan kendaraan. Pada kondisi ekstrem, penumpukan kendaraan mengakibatkan moda transportasi tidak dapat bergerak sama sekali. Kedua , terkurasnya energi secara fisik dan psikologis. Ketika dalam kondisi macet, mau tidak mau pengendara harus lebih sabar dalam menunggu. Kelelahan secara fisik dapat memicu pengendara untuk lebih cepat marah.

Hal ini tentu dapat ditanggulangi dengan cara meningkatkan regulasi emosi. Meskipun demikian, upaya pemerintah dan dinas terkait dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur perlu diapresiasi. Setidaknya pertambahan infrastruktur terus meningkat walaupun sedikit demi sedikit.

Misalnya bertambahnya jalan tol, moda transportasi, dan perbaikan regulasi dalam berkendara. Sebagai masyarakat yang cerdas, tentunya kita perlu mengawal dan mengawasi keberlangsungan proses pembangunan infrastruktur tersebut.
(bbg)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Geledah Rumah di Sentul...
Geledah Rumah di Sentul Terkait 3 Kasus Korupsi, Polisi Sita Emas dan Uang Hampir Setengah Triliun
TNI Buka Suara soal...
TNI Buka Suara soal Pengamanan Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah, Tegaskan Atas Permintaan Kejaksaan
Jelang Muktamar NU ke-35,...
Jelang Muktamar NU ke-35, KH Zulfa Mustofa Dorong Kebangkitan Tradisi Menulis Kitab
Sidang Dokter Tifa Kembali...
Sidang Dokter Tifa Kembali Digelar Hari Ini, Akankah Jokowi Datang?
Perencanaan Matang dan...
Perencanaan Matang dan Value for Money Kunci Keberhasilan Modernisasi Alutsista
Sekjen Demokrat Buka...
Sekjen Demokrat Buka Suara soal Isu Capres Minimal Diusung 3 Partai: Belum Pernah Dibahas
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved