Pemerintah Diminta Fokus Lebaran, Tidak Bahas Reshuffle
Jum'at, 03 Juli 2015 - 14:45 WIB
Pemerintah Diminta Fokus Lebaran, Tidak Bahas Reshuffle
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan meminta pemerintah fokus menangani persiapan libur Hari Raya Idul Fitri.
Ketua MPR ini menilai kurang pas membahas isu perombakan kabinet atau reshuffle disaat menteri sedang fokus bekerja menghadapi libur Lebaran.
"Saya kira tidak bijak kita ramai soal reshuffle di bulan suci Ramadan, sementara menterinya pontang panting kerja sana sini, mukanya sampai bengep-bengep," kata Zulkifli di Istana, Jakarta, Jumat (3/7/2015).
Zulikifli mengatakan, lebih baik masalah perombakan kabinet dibahas setelah Lebaran dengan rentang waktu Juli-Agustus tahun 2015.
Hal itu sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat jajaran MPR menemuinya di Istana Merdeka. Pemerintah diminta fokus menyiapkan menyambut Lebaran hari raya Idul Fitri.
"Siapkan kebutuhan untuk Ramadan dan Lebaran ini, tapi juga harganya terjangkau. Kedua Lebaran perpindahan masyarakat luar biasa, banyaknya jutaan orang. Itu tidak mudah," tegasnya.
Pilihan:
Menkumham dan Menpora Menteri Paling Banyak Bikin Gaduh
Saling Serang Menteri Rendahkan Presiden Dinilai Konyol
Ketua MPR ini menilai kurang pas membahas isu perombakan kabinet atau reshuffle disaat menteri sedang fokus bekerja menghadapi libur Lebaran.
"Saya kira tidak bijak kita ramai soal reshuffle di bulan suci Ramadan, sementara menterinya pontang panting kerja sana sini, mukanya sampai bengep-bengep," kata Zulkifli di Istana, Jakarta, Jumat (3/7/2015).
Zulikifli mengatakan, lebih baik masalah perombakan kabinet dibahas setelah Lebaran dengan rentang waktu Juli-Agustus tahun 2015.
Hal itu sudah disampaikan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat jajaran MPR menemuinya di Istana Merdeka. Pemerintah diminta fokus menyiapkan menyambut Lebaran hari raya Idul Fitri.
"Siapkan kebutuhan untuk Ramadan dan Lebaran ini, tapi juga harganya terjangkau. Kedua Lebaran perpindahan masyarakat luar biasa, banyaknya jutaan orang. Itu tidak mudah," tegasnya.
Pilihan:
Menkumham dan Menpora Menteri Paling Banyak Bikin Gaduh
Saling Serang Menteri Rendahkan Presiden Dinilai Konyol
(maf)