Margriet Dijerat Hukuman Mati

Selasa, 30 Juni 2015 - 08:14 WIB
Margriet Dijerat Hukuman...
Margriet Dijerat Hukuman Mati
A A A
DENPASAR - Polda Bali menjerat Margriet Christina Megawe dengan ancaman hukuman mati setelah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan anak angkatnya, Engeline.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Hery Wiyanto menyatakan Margriet disangka telah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana terhadap Engeline. ”Tindak pidana itu mencantumkan ancaman hukuman maksimal berupa hukuman mati,” katanya di Denpasar kemarin.

Ancaman yang dimaksud adalah Pasal 340 KUHP subsider 338 KUHP lebih subsider 353 (3) KUHP, lebih subsider 351 (3) KUHP, dan atau Pasal 76 c juncto 80 (1) dan (3) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Hery menjelaskan, sejak jenazah Engeline ditemukan di halaman belakang rumah Margriet pada 10 Juni lalu, tuduhan sudah mengarah kepada ibu angkat bocah delapan tahun tersebut. Tudingan itu akhirnya baru bisa dibuktikan oleh hasil autopsi dokter forensik Rumah Sakit Sanglah, Denpasar.

Menurut pihak rumah sakit, pendarahan di kepala menjadi penyebab utama kematian Engeline. Hal itu diperkuat dengan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) berupa bercak darah di kamar Margriet yang identik dengan darah Engeline. Hasil autopsi dan olah TKP itu didukung oleh keterangan Agustinus Tai Hamadai, mantan pembantu Margriet yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka. Dari tiga alat bukti awal itulah polisi yakin Margriet sebagai aktor utama pembunuh Engeline.

”Masih ada alat bukti pendukung lain yang tidak bisa kami sampaikan semua karena nanti akan dipakai di pengadilan,” ujar Hery. Mantan kabid humas Polda Bengkulu itu juga mengungkap keterangan bohong Margriet soal bercak darah di kamarnya yang disebut sebagai darah dari kucing yang terluka. Dari hasil tes laboratorium forensik, pengakuan Margriet tentang darah kucing sudah terbantahkan.

”Darah di kamar tidur Margriet adalah darah Engeline,” tegas Hery. Selain itu, Hery juga membantah tudingan pengacara Hotma Sitompul yang menyatakan penetapan tersangka kepada kliennya, Margriet, dalam kasus pembunuhan Engeline karena adanya tekanan dari publik. ”Kalau penyidikan itu tidak ada yang bisa memengaruhi dan mengintervensi. Kami memiliki dampak hukum apabila penyidikan dilakukan karena adanya intervensi atau pengaruh lain,” kata Hery.

Hery menjelaskan, penetapan tersangka baru terhadap Margriet berdasarkan kepada alat bukti secara ilmiah yang didapatkan dari saksi ahli dan keterangan saksi mahkota, yakni Agustinus. Sementara itu, Margriet yang semestinya menjalani pemeriksaan kasus pembunuhan Engeline untuk pertama kali, menolak diperiksa penyidik. Menurut kuasa hukum Margriet, Hotma Sitompul, penolakan untuk diperiksa itu karena sebelumnya Kapolda Bali Irjen Ronny F Sompie mengatakan bahwa penyidik telah mengantongi tiga bukti untuk menjadikan Margriet sebagai tersangka pembunuh anak angkatnya.

”Kenapa kami setuju ibu (Margriet) tidak bersedia diperiksa? Karena kata Kapolda Bali sudah ada tiga bukti, majukan saja ke kejaksaan, teruskan ke pengadilan. Kami tunggu,” ucapnya.

Miftahul chusna/ant
(ars)
Berita Terkait
5 Hidangan Maknyus Khas...
5 Hidangan Maknyus Khas Nusantara
Presiden Jokowi Buka...
Presiden Jokowi Buka Nusantara TNI Fun Run di IKN Nusantara
Teh Pucuk Harum X BAKUL...
Teh Pucuk Harum X BAKUL Sarinah Hadirkan Kuliner Nusantara di Stasiun KCIC
10 Konglomerat Indonesia...
10 Konglomerat Indonesia Siap Investasi di IKN Nusantara
Kisah Inspiratif, Nenek...
Kisah Inspiratif, Nenek Usia 100 Tahun Sembuh dari COVID-19
8 Mobil Travel Gelap...
8 Mobil Travel Gelap dari Riau Gagal Masuk Sumbar
Berita Terkini
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
Infografis
Koruptor Terbesar China...
Koruptor Terbesar China Menilap Rp6,8 Triliun Dieksekusi Mati
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved