Ditagih, Janji Jokowi Tetapkan Hari Santri Nasional

Jum'at, 26 Juni 2015 - 02:21 WIB
Ditagih, Janji Jokowi...
Ditagih, Janji Jokowi Tetapkan Hari Santri Nasional
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta menepati janjinya menetapkan Hari Santri Nasional. Janji itu diucapkan Jokowi saat masa kampanye Pemilihan Presiden 2014.

Wakil Ketua DPP Laskar Santri Nusantara, Didik Setiyawan berharap Menteri Agama dapat memeroses perintah Presiden Jokowi terkait penetapan Hari Santri. Kendati demikian, dia mengingatkan agar tetap mewaspadai adanya kepentingan dari pihak tertentu yang mencoba mengklaim penetapan Hari Santri.

"Hal ini penting untuk menjaga agar penetapan Hari Santri Indonesia benar-benar memenuhi harapan seluruh santri Indonesia," kata Didik dalam keterangan tertulisnya, Kamis 25 Juni 2015.

Dia yakin penetapan Hari Santri akan mendorong partisipasi dan kontribusi yang lebih positif dan berkualitas dari kalangan santri untuk memajukan negara.

Didik mendukung apabila pada akhirnya tanggal 22 Oktober ditetapkan sebagai Hari Santri, bukan tanggal 1 Muharram sebagaimana janji kampanye Jokowi.

"Kami dapat memahami hal itu karena tanggal 1 Muharram sudah menjadi Tahun Baru umat Islam sedunia dan sudah ditetapkan menjadi hari libur nasional," katanya.

Menurut dia, 22 Oktober adalah hari revolusi santri melawan kolonialisme Belanda. Pada 22 Oktober 1945, KH Hasyim Asyari mengumandangkan Resolusi Jihad melawan Belanda (NICA) yang hendak kembali menjajah Indonesia.

"Penetapan Hari Santri Indonesia pada tanggal 22 Oktober sangat tepat karena mengandung muatan historis yang sangat heroik dan monumental perjalanan sejarah bangsa khususnya bagi kalangan santri Indonesia," tuturnya.

Resolusi Jihad 22 Oktober inilah yang menggelorakan semangat dan menggerakkan perjuangan santri bersama rakyat secara bahu membahu dipimpin Bung Tomo yang berpuncak pada perang terbuka mengusir penjajah Belanda pada 10 November di Surabaya.

"Tidak terhitung banyaknya santri gugur sebagai syuhada dalam perjuangan revolusioner mengusir penjajah Belanda yang diawali Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang berpuncak pada 10 November 1945 kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional," tuturnya.


PILIHAN :


Imparsial Tuding Jokowi Ingkar Janji
(dam)
Berita Terkait
Jokowi Diminta Tarik...
Jokowi Diminta Tarik Pernyataan soal Presiden Boleh Kampanye
Polemik Presiden Boleh...
Polemik Presiden Boleh Kampanye, Jokowi Tunjukkan Isi Pasal UU Pemilu
Ditanya Kapan Kampanye,...
Ditanya Kapan Kampanye, Jokowi: Sampaikan Ketentuan Undang-Undang Saja Sudah Ramai
Jokowi Sebut Presiden...
Jokowi Sebut Presiden Boleh Kampanye, Presma Unpad: Kalimat Sensitif dan Sangat Berbahaya
Jokowi Bilang Presiden...
Jokowi Bilang Presiden Boleh Kampanye dan Memihak, NCW: Tidak Elok
Presiden Boleh Kampanye,...
Presiden Boleh Kampanye, Koalisi Masyarakat Sipil Desak Jokowi Mundur atau Cuti
Berita Terkini
Sony Sanjaya Tulis Pesan...
Sony Sanjaya Tulis Pesan untuk Kepala BGN Nanik S Deyang Sebelum Ditahan, Apa Isinya?
KPK Segel Rumah Wamen...
KPK Segel Rumah Wamen Imipas Silmy Karim
Dadan Hindayana Cs Tersangka...
Dadan Hindayana Cs Tersangka Korupsi, Politikus PDIP Sebut Bolak-balik Singgung Kelemahan Tata Kelola MBG
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Tersangka Kasus Pemerasan Ratusan Miliar
Silmy Karim dan 7 Orang...
Silmy Karim dan 7 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pengurusan Dokumen Keimigrasian
Silmy Karim Ditahan...
Silmy Karim Ditahan KPK, Jabatan Wamen Imipas Segera Dicopot?
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved