Masa Depan Ekonomi Pancasila

Rabu, 24 Juni 2015 - 09:35 WIB
Masa Depan Ekonomi Pancasila
Masa Depan Ekonomi Pancasila
A A A
ALEXANDER MICHAEL
Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis,
Anggota BPPM Ekuilibrium Bagian Penelitian,
Universitas Gadjah Mada

”Orang Indonesia hidup dalam tolong-menolong!” Kutipan yang diambil dari Risalah BPUPKI ini menjadi ciri khas dari perekonomian Indonesia. Setelah menjadi negara merdeka, perdebatan lewat tulisan bagaimana mekanisme produksi, distribusi, dan konsumsi nasional selalu menjadi topik yang seru.

Mulai dari tulisan Soemitro sampai tulisan Ali Sastromidjojo, yang membahas tatanan praktis dari Pancasila, terutama perekonomian. Pertanyaannya, di tengah arus zaman seperti ini, apakah Pancasila masih relevan dengan kehidupan bangsa Indonesia? Indonesia merupakan negara dengan bentang alam dan budaya yang luas, membuatnya memiliki potensi untuk dikembangkan.

Mulai dari sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), dan kewirausahaan. Selain itu, keragaman tersebut juga didukung oleh rasa kekeluargaan. Indonesia yang merdeka dahulu merupakan negara yang didirikan atas kekeluargaan, perekonomian didukung sebagai usaha bersama.

Masalah lain yang masih ada adalah dasar koperasi. Banyak orang merasa pesimistis terhadap usaha koperasi dalam menjalankan perekonomian. Bung Hatta melihat koperasi sebagai model perekonomian yang dijalankan atas usaha bersama. Tetapi, banyak orang keliru. Menurut Hatta, tidak semua model harus merupakan koperasi (Risalah Pemikiran Ekonomi Indonesia ).

Salah satunya mengenai Industri kecil yang baru berkembang. Industri tersebut harus dibina untuk memiliki modal, pekerja yang cukup, sehingga dengan modal dan pekerja dapat berekspansi dan mendukung perekonomian nasional. Masalah kedua adalah mewujudkan negara kesejahteraan.

Pancasila menjadi dasar di dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Selain peran negara yang hadir untuk memberi jaminan sosial, peran swasta juga harus digunakan dalam rangka mewujudkan kesejahteraan.
(bbg)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama...
BGN Perkenalkan Deputi-Sestama Baru, Ada Mantan Kapuspenkum Kejagung
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Jadi Investor Fiktif,...
Jadi Investor Fiktif, 10 WNA Ditangkap Imigrasi
Penguatan Kualitas Lulusan...
Penguatan Kualitas Lulusan Terus Digencarkan SGU
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved