Hidup Baru Pancasila

Rabu, 24 Juni 2015 - 09:35 WIB
Hidup Baru Pancasila
Hidup Baru Pancasila
A A A
OKTAVOLAMA AKBAR BUDI SANTOSA
Mahasiswa Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,Universitas Gadjah Mada


Sebagai sebuah ideologi pada era sekarang ini Pancasila mendapat sorotan dari banyak pihak. Pesimismepesimisme muncul, menyatakan bahwa Pancasila tidak lagi diterapkan, tidak lagi dihargai, atau semacamnya.

Pancasila tidak lagi dianggap sebagai pedoman hidup yang dipakai oleh masyarakat Indonesia. Bangsa ini sudah banyak diracuni oleh ideologi-ideologi dari luar yang tidak sesuai Pancasila. Masih terkait hal ini, kemudian banyak yang berpendapat bahwa pendidikan menjadi salah satu faktor penting demi membangkitkan kembali Pancasila. Benarkah hal tersebut terjadi, Pancasila mulai terabaikan? Penulis beranggapan itu tidak terjadi.

Pancasila sebagai sesuatu yang universal, berarti pula bahwa Pancasila itu dinamis. Tentunya dalam masa transformasi, demi menuju ke arah tujuan utama, ada masa ”gelap” yang harus dilalui. Masa ”gelap” yang dimaksud di sini tentu saja hambatan, ganjalan, kekacauan, atau keadaan yang terjadi tidak sesuai dengan harapan.

Inilah yang sedang dialami Pancasila pada masa transformasinya sekarang ini. Ketika dulu Pancasila menjadi doktrin dan mendapat sentimen kurang menyenangkan dari masyarakat, dan sekarang doktrin itu sudah ”hilang”, masyarakat sekarang sedang menikmati ”kebebasannya”. Pesimisme yang ada justru menjadi pemantik menuju tujuan utama tersebut.

Beberapa kekecewaan tentang Pancasila yang mulai terabaikan adalah bukti bahwa transformasi Pancasila berjalan. Singkat kata, apa yang terjadi sekarang ini adalah Pancasila sedang membangun kehidupannya yang baru. Ibarat manusia, dari kehidupan anak-anak ke remaja kemudian dewasa.

Tentunya setelah lebih dari sepuluh tahun sejak masa Reformasi dimulai, Pancasila sedang menjalani pendewasaan. Harapannya ketika dewasa nanti, Pancasila sudah mandiri. Artinya, Pancasila sudah muncul sebagai kesadaran masyarakat Indonesia itu sendiri tanpa perlu bantuan pemerintah.
(bbg)
Berita Terkait
Tiga Poros di Pilpres...
Tiga Poros di Pilpres 2024 Dinilai Rasional dan Memungkinkan
Mahasiswa Doktoral Unhan...
Mahasiswa Doktoral Unhan Sebut Pentingnya Pengembangan Pertahanan Maritim
Lokalisasi Terbesar...
Lokalisasi Terbesar di Pantura Timur Dirobohkan, Situasi Sempat Memanas
Capres Poros Ketiga...
Capres Poros Ketiga Pilpres 2024 Belum Terlihat
Soal Poros Partai Islam,...
Soal Poros Partai Islam, Inisiator Partai Ummat Bilang Begini
Poros Islam Ingin Usung...
Poros Islam Ingin Usung Capres-Cawapres di Pilpres 2024? PKB Jadi Penentu
Berita Terkini
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved