Menkumham Nilai Reshuffle Urusan Presiden Jokowi
Selasa, 16 Juni 2015 - 17:11 WIB
Menkumham Nilai Reshuffle Urusan Presiden Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly enggan menanggapi wacana reshuffle kabinet alias perombakan Kabinet Kerja Jokowi.
Menurutnya, saat ini, yang paling penting adalah melaksanakan tugas-tugas yang memang harus dikerjakan di dalam kementeriannya.
"Itu kan urusan presiden, bukan urusan kita. Urusan kita kerja," ujar Yasonna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/6/2015).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu pun mengaku telah membuat evaluasi kinerja seperti yang sebelumnya telah diperintahkan oleh Presiden Jokowi.
"Kita sudah buat. Adanya laporan evaluasi sangat bagus. Namun masih dalam proses," tandasnya.
Diketahui, wacana reshuffle kabinet mencuat setelah Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengisyaratkannya pada Mei 2015 yang lalu. Reshuffle kabinet itu untuk memperbaiki kinerja sejumlah kementerian yang dinilai kurang berprestasi.
Beberapa kalangan menilai Menkumham Yasonna layak diganti. Karena telah ikut campur dalam persoalan internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golkar.(ico)
PILIHAN :
Golkar: Reshuffle Kabinet Bisa Jadi Bumerang bagi Jokowi
Ini Alasan Jokowi Harus Reshuffle Kabinet Kerja
Reaksi Keras Kubu Agung Laksono Terhadap Priyo Budi
Dicap Pengkhianat, Priyo Sindir Leo Nababan Petinggi Golkar
Menurutnya, saat ini, yang paling penting adalah melaksanakan tugas-tugas yang memang harus dikerjakan di dalam kementeriannya.
"Itu kan urusan presiden, bukan urusan kita. Urusan kita kerja," ujar Yasonna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/6/2015).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu pun mengaku telah membuat evaluasi kinerja seperti yang sebelumnya telah diperintahkan oleh Presiden Jokowi.
"Kita sudah buat. Adanya laporan evaluasi sangat bagus. Namun masih dalam proses," tandasnya.
Diketahui, wacana reshuffle kabinet mencuat setelah Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengisyaratkannya pada Mei 2015 yang lalu. Reshuffle kabinet itu untuk memperbaiki kinerja sejumlah kementerian yang dinilai kurang berprestasi.
Beberapa kalangan menilai Menkumham Yasonna layak diganti. Karena telah ikut campur dalam persoalan internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golkar.(ico)
PILIHAN :
Golkar: Reshuffle Kabinet Bisa Jadi Bumerang bagi Jokowi
Ini Alasan Jokowi Harus Reshuffle Kabinet Kerja
Reaksi Keras Kubu Agung Laksono Terhadap Priyo Budi
Dicap Pengkhianat, Priyo Sindir Leo Nababan Petinggi Golkar
(hyk)