Tujuh Santri Tergulung Ombak, Satu Tewas

Selasa, 16 Juni 2015 - 09:47 WIB
Tujuh Santri Tergulung...
Tujuh Santri Tergulung Ombak, Satu Tewas
A A A
BANTUL - Tujuh wisatawan asal Tasikmalaya, Jawa Barat, tergulung ombak Pantai Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, kemarin sore.

Enam orang berhasil diselamatkan petugas SAR, sementara satu orang lainnya tenggelam dan ditemukan meninggal. Petugas SAR Pantai Parangtritis Muhammad Arif Nugroho mengatakan, kemarin siang sekitar pukul 14.30 WIB datang rombongan 46 santri dari Pondok Pesantren Ihya Assunah, Tasikmalaya, untuk berwisata pantai dalam liburan sekolah kali ini.

Para santri yang didampingi empat instruktur itu pun langsung bermain air. ”Namun, baru 15 menit mereka bermain air, tiba-tiba sebagian rombongan tersebut tergulung ombak,” kata Arif ke-marin. Nugroho menambahkan, sekitar pukul 14.45 WIB ada tiga santri masuk ke palung, pusaran air dengan kedalaman tak diketahui. Petugas SAR Pantai Parangtritis pun terus berusaha menyelamatkan mereka. Ketiganya berhasil diselamatkan dan bisa dibawa ke pinggir pantai.

Namun, saat petugas berusaha menyelamatkan para santri yang tenggelam di palung tersebut ternyata ada empat santri lainnya yang juga masuk ke dalam palung. Petugas pun langsung menyelamatkan keempat santri tersebut. Tiga orang berhasil diselamatkan, sementara Akbar Putra Utama, 18, tenggelam dan masuk ke dalam palung. ”15 menit kemudian dia berhasil dievakuasi, namun sudah tidak bernyawa,” tambah Arif. Tubuh warga Jalan Terusan Paseh/BCA Cihejeung, Tasikmalaya, tersebut langsung dievakuasi Posko SAR Utama Parangtritis untuk mendapatkan perawatan.

Hanya, nyawa korban sudah tidak bisa diselamatkan karena terlalu lama di dalam air. Sampai berita ini diturunkan, pihak pondok pesantren masih menunggu kedatangan keluarga korban yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. Arif menambahkan, sebenarnya kondisi ombak di Pantai Parangtritis saat tujuh santri tenggelam tersebut tidak begitu besar, bahkan terbilang tengah surut. Hanya, Arif menegaskan, justru ketika surut itulah palung di Pantai Parangtritis lebih berbahaya dan letaknya jadi lebih ke pinggir pantai.

Menurutnya, dalam kondisi surut, daya isap palung Pantai Parangtritis lebih besar dibanding ketika pasang. ”Tadi, setidaknya terlihat ada 9-12 palung,” paparnya. Komandan SAR Pantai Parangtritis Ali Sutanto menambahkan, tewasnya santri asal Tasikmalaya itu menambah daftar pengunjung pantai di Bantul yang meninggal akibat tergulung ombak.

Dia mencatat, tenggelamnya Akbar di pantai itu merupakan kejadian kedua dalam tahun ini. Sebelumnya juga pernah ada wisatawan yang tenggelam di Pantai Depok. ”Sampai pertengahan tahun ini sudah dua orang wisatawan yang meninggal. Sementara tahun lalu hanya dua orang,” terangnya.

Erfanto linangkung
(ars)
Berita Terkait
Usung Slogan Jakarta...
Usung Slogan Jakarta Baru, Ridwan Kamil: Jakarta Butuh Imajinasi Baru
Aturan Baru Masuk Jakarta
Aturan Baru Masuk Jakarta
Mengantar Jakarta Memasuki...
Mengantar Jakarta Memasuki Normal Baru
Pramono akan Sulap Pasar...
Pramono akan Sulap Pasar Baru Jakpus Jadi Hub Baru seperti Blok M
Ridwan Kamil-Suswono...
Ridwan Kamil-Suswono Janji Bawa Jakarta Baru, Jakarta Maju
Megahnya Jakarta International...
Megahnya Jakarta International Stadium, Ikon Baru Spirit Olahraga Jakarta
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved