PAN Nilai Dana Aspirasi Rp20 M Tutupi Kekurangan Pemerintah
Sabtu, 13 Juni 2015 - 14:03 WIB
PAN Nilai Dana Aspirasi Rp20 M Tutupi Kekurangan Pemerintah
A
A
A
JAKARTA - Politikus PAN Yasin Kara menanggapi positif rencana anggota DPR untuk menggolkan dana aspirasi sebesar Rp20 miliar per anggota dewan. Dia menilai dana tersebut untuk menutupi kekurangan program pemerintah di daerah.
"Saya setuju dengan poin terakhir Pak Sarmuji (anggota DPR Komisi VI), (dana aspirasi) ini menutupi lack mekanisme kerja," ujar Yasin dalam diskusi bertema 'Dana Aspirasi Untuk Apa Lagi?' di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta, Sabtu (13/6/2015).
Kendati dianggap positif pemberian dana aspirasi di daerah pilihan (dapil), namun DPR harus memiliki prioritas yang jelas. Dia mencontohkan, dana aspirasi tersebut cocok buat membenahi infrastruktur jalan di daerah.
"Di Kaltim (Kalimantan Timur), saya lihat antar desa di satu kecamatan tidak bisa terhubung," ungkapnya.
Sebagai mantan anggota DPR, Yasin mengklaim kerap mengingatkan pemerintah daerah (pemda) agar memperhatikan kebutuhan paling mendasar di masyarakat. Menurutnya, hadirnya dana aspirasi menutup ruang bagi pemerintah daerah untuk bermalas-malasan membenahi daerahnya sampai ke pelosok desa.
"Kalau ada satu desa tertinggal, harusnya jadi perhatian. Itu dibiarkan akan merusak desa-desa lainnya. Harus ada pertimbangan baik," tandasnya.
"Saya setuju dengan poin terakhir Pak Sarmuji (anggota DPR Komisi VI), (dana aspirasi) ini menutupi lack mekanisme kerja," ujar Yasin dalam diskusi bertema 'Dana Aspirasi Untuk Apa Lagi?' di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta, Sabtu (13/6/2015).
Kendati dianggap positif pemberian dana aspirasi di daerah pilihan (dapil), namun DPR harus memiliki prioritas yang jelas. Dia mencontohkan, dana aspirasi tersebut cocok buat membenahi infrastruktur jalan di daerah.
"Di Kaltim (Kalimantan Timur), saya lihat antar desa di satu kecamatan tidak bisa terhubung," ungkapnya.
Sebagai mantan anggota DPR, Yasin mengklaim kerap mengingatkan pemerintah daerah (pemda) agar memperhatikan kebutuhan paling mendasar di masyarakat. Menurutnya, hadirnya dana aspirasi menutup ruang bagi pemerintah daerah untuk bermalas-malasan membenahi daerahnya sampai ke pelosok desa.
"Kalau ada satu desa tertinggal, harusnya jadi perhatian. Itu dibiarkan akan merusak desa-desa lainnya. Harus ada pertimbangan baik," tandasnya.
(kri)