Jokowi Tak Bisa Jadi Penerus Megawati di PDIP
Sabtu, 06 Juni 2015 - 14:04 WIB
Jokowi Tak Bisa Jadi Penerus Megawati di PDIP
A
A
A
JAKARTA - Meski menjadi terpilih menjadi Presiden, Joko Widodo (Jokowi) tidak bisa menjadi penerus kesuksesan Megawati Soekarnoputri di PDIP. Jokowi tidak bisa menjadi sosok pemersatu kader PDIP seperti yang telah dilakukan Megawati.
PDIP membutuhkan penerus kepemimpinan Megawati. Terutama kader yang bisa menjadi pemersatu agar tidak ada perpecahan di tubuh PDIP. Namun Jokowi bukan sosok yang bisa menjadi pemersatu.
Politikus PDIP Hamid Basyaib mengakui, Megawati perekat bagi kader. Menurut dia, Megawati bisa memersatukan kader yang mempunyai latar belakang berbeda-beda.
"Sebetulnya PDIP tidak solid, sudah pecah, PDI Suryadi, pecah. Habis itu pecah lagi, PNBK. Jadi maksud saya bayangan tentang retaknya bukan pengandainya kosong. Berkali-kali bahkan masih ada ibu Mega," kata dia dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (6/6/2015).
Untuk saat ini, PDIP memang masih harus dipimpin oleh Megawati sambil mempersiapkan penerusnya yang bisa menjadi pemersatu. "Waktu itu (menjelang kongres) saya bilang memang harus dipimpin Bu Mega sambil membuat persiapan," kata dia.
Dia mengaku tidak yakin dengan sosok Jokowi meskipun saat ini menjabat sebagai Presiden. Pasalnya sulit bagi Jokowi mempunyai wibawa di mata kader PDIP.
"Saya enggak yakin, Jokowi itu penumpang, berangkat dari halte, itu fakta biasa saja. Cukup sulit bagi Jokowi untuk punya wibawa, tidak perlu seprti Bu Mega. Walaupun sekarang presiden. Leadership-nya belum kelihatan," tegasnya.
PILIHAN:
Disebut Pantas Pimpin PDIP, Jokowi Hadapi Dilema
PDIP Akui Pemerintah Jokowi-JK Amburadul
Pola Hubungan Jokowi-PDIP Jadi Penentu
Politikus PDIP Sarankan Jokowi Evaluasi Kinerja Menteri
PDIP membutuhkan penerus kepemimpinan Megawati. Terutama kader yang bisa menjadi pemersatu agar tidak ada perpecahan di tubuh PDIP. Namun Jokowi bukan sosok yang bisa menjadi pemersatu.
Politikus PDIP Hamid Basyaib mengakui, Megawati perekat bagi kader. Menurut dia, Megawati bisa memersatukan kader yang mempunyai latar belakang berbeda-beda.
"Sebetulnya PDIP tidak solid, sudah pecah, PDI Suryadi, pecah. Habis itu pecah lagi, PNBK. Jadi maksud saya bayangan tentang retaknya bukan pengandainya kosong. Berkali-kali bahkan masih ada ibu Mega," kata dia dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (6/6/2015).
Untuk saat ini, PDIP memang masih harus dipimpin oleh Megawati sambil mempersiapkan penerusnya yang bisa menjadi pemersatu. "Waktu itu (menjelang kongres) saya bilang memang harus dipimpin Bu Mega sambil membuat persiapan," kata dia.
Dia mengaku tidak yakin dengan sosok Jokowi meskipun saat ini menjabat sebagai Presiden. Pasalnya sulit bagi Jokowi mempunyai wibawa di mata kader PDIP.
"Saya enggak yakin, Jokowi itu penumpang, berangkat dari halte, itu fakta biasa saja. Cukup sulit bagi Jokowi untuk punya wibawa, tidak perlu seprti Bu Mega. Walaupun sekarang presiden. Leadership-nya belum kelihatan," tegasnya.
PILIHAN:
Disebut Pantas Pimpin PDIP, Jokowi Hadapi Dilema
PDIP Akui Pemerintah Jokowi-JK Amburadul
Pola Hubungan Jokowi-PDIP Jadi Penentu
Politikus PDIP Sarankan Jokowi Evaluasi Kinerja Menteri
(hyk)