Sulit Islah, Ini Perbedaan Konflik PPP dan Golkar

Kamis, 28 Mei 2015 - 16:03 WIB
Sulit Islah, Ini Perbedaan...
Sulit Islah, Ini Perbedaan Konflik PPP dan Golkar
A A A
JAKARTA - Dua kubu di dalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tengah menjajaki upaya islah. Langkah itu diambil agar partai berlambang Kakbah ini tetap bisa eksis dalam perhelatan Pilkada 2015.

Meski kubu Romahurmuziy (Romi) dan Djan Faridz hendak mengikuti langkah Partai Golkar dalam menempuh islah, kondisi perpecahan di internal PPP nyatanya berbeda dengan yang dialami partai berlambang pohon beringin.

"Kalau kita bicara islah di PPP, kondisinya memang berbeda dengan yang dialami Golkar. Kalau kami, secara hukum, yang harus islah itu DPP hasil Mukatamar Surabaya dan Muktamar Bandung yang dipimpin Romi dan SDA (Suryadharma Ali)," kata politikus PPP Arsul Sani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2015).

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PPP produk Muktamar Surabaya ini mengatakan, berdasarkan hukum, Muktamar Bandung dan Muktamar Surabaya telah memiliki Surat Keputusan (SK) dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham).

"Yang punya SK adalah dua DPP ini. DPP yang lama (dengan Ketua Umum SDA) memiliki SK, tapi karena terbit yang baru dari hasil Muktamar Surabaya, maka tidak berlaku. Tapi, dua-duanya paling tidak memiliki SK," ucap Arsul.

"Yang jadi pihak berperkara di PTUN adalah pengurus hasil Mukatamar Bandung dengan Pak SDA kemudian DPP Pak Romi ikut masuk sebagai tergugat intervensi," imbuhnya.

Dengan demikian, Arsul melanjutkan, DPP hasil Mukatamar Surabaya yang dipimpin Romi tidak memiliki kewajiban islah dengan DPP yang dipimpin Djan Faridz.

"Islah itu berdamai. Berdamai itu ya antara dua pihak yang berperkara. Pak Djan Faridz itu berada out of picture. Makanya belakangan komunikasi politiknya dia tidak dalam posisi islah. Dan memang benar dia tidak pernah menerima SK," pungkas Arsul.
(maf)
Berita Terkait
Selamatkan PPP, FKPP...
Selamatkan PPP, FKPP Desak DPP Tindak Tegas Kader Pemecah Belah Partai
Dian Prasetio Dipercaya...
Dian Prasetio Dipercaya DPP PPP untuk Rangkul UMKM, Petani, dan Nelayan
PPP Bertekad Jadikan...
PPP Bertekad Jadikan Kader sebagai Wapres Seperti Hamzah Haz, Pengamat: Harus Punya Tokoh Hebat
Waketum PPP Sangkal...
Waketum PPP Sangkal Aturan Tidak Ada Muscablub dan Muswilub Jelang Muktamar
Kader Gugat Hasil Muktamar...
Kader Gugat Hasil Muktamar PPP, Pengamat: Mustahil Partai Tanpa Gejolak
Jelang Muktamar, PPP...
Jelang Muktamar, PPP Buka Peluang Munculnya Figur Baru
Berita Terkini
Yusril Berkunjung ke...
Yusril Berkunjung ke MUI Malam Ini, Jelaskan Penangkapan WNA Palestina Abdul Karim Raeq Miqdad
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Pakar Minta Polisi Objektif...
Pakar Minta Polisi Objektif Usut Dugaan Penghinaan Terhadap Jurnalis
Penanganan Dugaan Kasus...
Penanganan Dugaan Kasus Febrie Adriansyah Jadi Ujian Independensi Penegak Hukum
Anak Ferdy Sambo Ikut...
Anak Ferdy Sambo Ikut Dilantik Presiden Prabowo Jadi Perwira Polri di Istana
Prabowo Lantik Donny...
Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitiyoso Wagub URI
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved