Pemerintah Gagal Lakukan Pembinaan

Rabu, 13 Mei 2015 - 09:57 WIB
Pemerintah Gagal Lakukan...
Pemerintah Gagal Lakukan Pembinaan
A A A
JAKARTA - Pemerintah dinilai gagal melakukan pembinaan terhadap daerah otonomi baru. Akibatnya banyak pemekaran daerah yang tidak berhasil menyejahterakan masyarakatnya.

Pakar otonomi daerah Ryaas Rasyid mengatakan, gagalnya DOB setiap daerah memiliki kasus yang berbeda-beda, dipengaruhi oleh faktor yang berbeda pula. ”Ada yang memang tidak layak dimekarkan. Tapi ini juga kegagalan pemerintah pusat dalam membina DOB tersebut,” ujar dia saat dihubungi kemarin.

Dia mengatakan selama ini pemerintah pusat tidak melakukan supervisi secara maksimal. Bahkan menurutnya keberhasilan sebuah DOB lantaran memang usaha dari daerah tersebut, bukan faktor pembinaan pemerintah pusat. ”Supervisi tidak jalan. Jadi seolah-olah dibentuk langsung ditinggal.

Makanya banyak yang gagal,” kata Ryaas. Selain masalah pembinaan, menurut dia, kegagalan Daerah Otonomi Baru juga akibat adanya aroma politis dalam usulan tersebut. Dia menilai ada kemungkinan sebuah daerah yang sebenarnya belum siap, tapi tetap dimekarkan karena alasan politis.

”Usulan DOB ini ada yang berasal dari DPR. Pemerintah takut dengan DPR, makanya sulit menolak. Jadinya pemekaran itu politis,” imbuhnya. Menurut dia, selama DPR diberi ruang untuk mengusulkan DOB, hal itu akan tetap diwarnai nuansa politis dan berpotensi mengabaikan kemampuan daerah. Padahal menurut dia seharusnya pemerintah pusatlah yang berwenang menentukan daerah mana yang dimekarkan dan bukan DPR.

Hal senada juga diungkapkan pengamat otonomi daerah Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga Umbu Rauta. Menurut dia, kurangnya pembinaan dapat menjadi salah satu faktor gagalnya otonomi daerah. Sekalipun sebenarnya daerah tersebut telah memenuhi persyaratan.

”Tidak dibina tentang bagaimana mengurus rumah tangganya. Makanya gagal,” kata dia. Selain itu tentunya karena faktor politis yang memaksakan sebuah daerah tidak layak tetap menjadi DOB. Lalu dipengaruhi oleh elite-elite di daerah tersebut.

Dita angga
(bbg)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Berita Terkini
Kejagung: Febrie Adriansyah...
Kejagung: Febrie Adriansyah Baru Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU Asabri
Daftar 25 Perwira TNI...
Daftar 25 Perwira TNI AL Pecah Bintang usai Upacara Kenaikan Pangkat Juli 2026
Tersangka Kuota Haji...
Tersangka Kuota Haji Ajukan Praperadilan, KPK Tegaskan Penggeledahan Berdasarkan Aturan
Pengamat: Kapolri Tak...
Pengamat: Kapolri Tak Kriminalisasi Febrie, Penetapan Tersangka Sesuai KUHAP
Wakil Ketua Komisi VIII...
Wakil Ketua Komisi VIII DPR: Integrasi Zakat-Pajak Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat
Asrul Azis Taba Tersangka...
Asrul Azis Taba Tersangka Kasus Kuota Haji Kembali Ajukan Praperadilan
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved