Menkumham Yasonna Tak Masalah Dinilai Kinerjanya Paling Negatif
Selasa, 12 Mei 2015 - 11:57 WIB
Menkumham Yasonna Tak Masalah Dinilai Kinerjanya Paling Negatif
A
A
A
JAKARTA - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly mendapat nilai paling negatif di media berdasarkan hasil riset dan kajian Political Communication Institute (Polcomm).
Namun, ditegaskan Yasonna penilaian tersebut tidak mengusik sikapnya ke depan dalam menjalankan tugas sebagai Menkumham. Dia mengatakan, selama ini selalu berkoordinasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyangkut kebijakan strategis.
"Enggak, yang penting kita kerja saja," tegas Yasonna di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2015).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menyadari sejak awal sikapnya menyangkut persoalan konflik internal Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan menuai polemik.
Dia mengklaim sikapnya menyagkut kedua partai tersebut didasari pertimbangan objektif, bukan pribadi atau kepentingan tertentu.
"Kita harapkan damai saja, bagilah barat siapa, tengah siapa, utara siapa, kan mudah. Kenapa harus dipersulit, kenapa harus di balik," jelasnya.
Baca: Nilai Menteri Yasonna Laoly Paling Negatif.
Namun, ditegaskan Yasonna penilaian tersebut tidak mengusik sikapnya ke depan dalam menjalankan tugas sebagai Menkumham. Dia mengatakan, selama ini selalu berkoordinasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyangkut kebijakan strategis.
"Enggak, yang penting kita kerja saja," tegas Yasonna di kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2015).
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menyadari sejak awal sikapnya menyangkut persoalan konflik internal Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan menuai polemik.
Dia mengklaim sikapnya menyagkut kedua partai tersebut didasari pertimbangan objektif, bukan pribadi atau kepentingan tertentu.
"Kita harapkan damai saja, bagilah barat siapa, tengah siapa, utara siapa, kan mudah. Kenapa harus dipersulit, kenapa harus di balik," jelasnya.
Baca: Nilai Menteri Yasonna Laoly Paling Negatif.
(kur)