Menerka Agenda Politik Demokrat di Balik Undangan ke Megawati

Selasa, 12 Mei 2015 - 06:50 WIB
Menerka Agenda Politik...
Menerka Agenda Politik Demokrat di Balik Undangan ke Megawati
A A A
JAKARTA - Tiga petinggi Partai Demokrat mendatangi kediaman Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 8 Mei 2015 lalu.

Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas, Syarifuddin Hasan, Agus Hermanto datang untuk menyampaikan undangan kepada orang nomor satu di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu untuk hadir dalam acara pembukaan Kongres Demokrat di Surabaya pada hari ini.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui akun Twitter-nya secara gamblang menyebut Syarifuddin Hasan dkk datang untuk meminta restu Megawati sebelum menggelar kongres.

Bahkan SBY secara terbuka menyatakan harapannya agar Megawati beserta PDIP dapat lebih dekat dengan Demokrat. "Sungguh indah jika konstituen Ibu Megawati & konstituen saya tidak terus "berjarak" & bisa bersatu demi kepentingan bangsa & negara," tulis SBY melalui akun @SBYudhoyono, Jumat 8 Mei lalu.

Pernyataan SBY tentu memiliki makna tersendiri. Sudah bukan rahasia, hubungan keduanya merenggang pasca SBY terpilih menjadi Presiden pada 2004 silam.

Setidaknya ketidakharmonisan hubungan SBY-Megawati terlihat dari intensitas pertemuan keduanya secara langsung yang hanya bisa dihitung dengan jari. Bahkan pada kepemimpinan SBY, Megawati selalu absen menghadiri acara peringatan 17 Agustus di Istana Negara.

Beredar kabar bahwa selama 10 tahun, dua tokoh itu hanya bersalaman sebanyak tujuh kali. Di antaranya, saat SBY memberi gelar Pahlawan Nasional kepada Sang Proklamator Soekarno-Hatta di Istana Negara pada 2012 silam. Kemudian saat SBY menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya suami Megawati, Taufiq Kiemas pada 2013 lalu.

Memang bukan kali ini saja SBY mengungkapkan keinginannya untuk mencairkan hubungannya dengan Megawati, seperti yang diungkapkannya dalam pertemuan dengan Forum Pemred 2013 silam.

Pengamat politik dari Universitas Padjajaran, Idil Akbar memiliki penilaian tersendiri terkait sikap Demokrat yang mengundang Megawati untuk menghadiri kongres. "Bisa jadi ini memang sebagai upaya SBY untuk membangun islah dengan Megawati dengan mengundangnya menghadiri Kongres partai Demokrat," tutur Idil kepada Sindonews, Senin 11 Mei 2015.

Kendati demikian, Idil tidak menampik kemungkinan SBY memiliki motif politik tertentu di balik usahanya merangkul PDIP. Bukan tidak mungkin, SBY memiliki keinginan untuk membentuk koalisi baru dengan PDIP. "SBY dalam hal ini ingin membangun poros baru antara PDIP - Demokrat, baik di parlemen maupun bisa jadi untuk kepentingan pemilu 2019," tutur Idil.

Meski begitu, dia mengakui wacana poros PDIP-Demokrat masih bersifat spekulatif. Untuk mewujudkan hal itu tidak mudah, tapi harus didahului dengan upaya menyelesaikan persoalan personal antara SBY dan Megawati.

"Hubungan Mega-SBY yang perlu di-clearkan (dijelaskan) lebih dahulu sebelum melakukan langkah politik yang lebih prospektif antara Demokrat dan PDIP," tutur Idil.

Menurut dia, masa depan hubungan Demokrat dan PDIP tidak bisa dilepaskan dari SBY dan Mega. Lebih tepatnya bergantung kepada hubungan personal antara SBY dan Megawati.

Hubungan kedua orang mantan presiden itu dinilainya juga menjadi faktor penentu arah politik Demokrat pada masa mendatang.

Kendati demikian, sampai saat ini Megawati belum menunjukkan sinyal kuat akan menghadiri kongres partai berlambang bintang mercy ini. Bukan tidak mungkin, Megawati hanya mengutus pengurusnya untuk memenuhi undangan Demokrat. "Kalau ibu tidak bisa hadir dan salah satu DPP yang hadir di sana, karena memang ada beberapa agenda lain sehingga kalau memang beliau tidak sempat, tentu ada yang lain," ujar Andreas di Hotel Grand Alia, Cikini, Jakarta, Senin (11/5/2015).

source: http://nasional.sindonews.com/read/999929/12/pdip-beri-sinyal-megawati-tak-penuhi-undangan-sby-1431336168


"Kalau ibu tidak hadir dan salah satu (pengurus) DPP ke sana karena memang ada agenda lain sehingga kalau ibu tidak sempat, tentu ada yang lain," kata Ketua DPP PDIP Adreas Pariera. (Baca: PDIP Beri Sinyal Megawati Tak Penuhi Undangan SBY)

etua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Andreas Pariera mengatakan, Megawati akan diwakili pengurus PDIP. Namun dia tidak menyebut siapa yang diutus Megawati Soekarnoputri.

"Kalau ibu tidak bisa hadir dan salah satu DPP yang hadir di sana, karena memang ada beberapa agenda lain sehingga kalau memang beliau tidak sempat, tentu ada yang lain," ujar Andreas di Hotel Grand Alia, Cikini, Jakarta, Senin (11/5/2015).

source: http://nasional.sindonews.com/read/999929/12/pdip-beri-sinyal-megawati-tak-penuhi-undangan-sby-1431336168
"Kalau ibu tidak bisa hadir dan salah satu DPP yang hadir di sana, karena memang ada beberapa agenda lain sehingga kalau memang beliau tidak sempat, tentu ada yang lain," ujar Andreas di Hotel Grand Alia, Cikini, Jakarta, Senin (11/5/2015).

source: http://nasional.sindonews.com/read/999929/12/pdip-beri-sinyal-megawati-tak-penuhi-undangan-sby-1431336168

etua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Andreas Pariera mengatakan, Megawati akan diwakili pengurus PDIP. Namun dia tidak menyebut siapa yang diutus Megawati Soekarnoputri.

"Kalau ibu tidak bisa hadir dan salah satu DPP yang hadir di sana, karena memang ada beberapa agenda lain sehingga kalau memang beliau tidak sempat, tentu ada yang lain," ujar Andreas di Hotel Grand Alia, Cikini, Jakarta, Senin (11/5/2015).

source: http://nasional.sindonews.com/read/999929/12/pdip-beri-sinyal-megawati-tak-penuhi-undangan-sby-1431336168
etua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Andreas Pariera mengatakan, Megawati akan diwakili pengurus PDIP. Namun dia tidak menyebut siapa yang diutus Megawati Soekarnoputri.

"Kalau ibu tidak bisa hadir dan salah satu DPP yang hadir di sana, karena memang ada beberapa agenda lain sehingga kalau memang beliau tidak sempat, tentu ada yang lain," ujar Andreas di Hotel Grand Alia, Cikini, Jakarta, Senin (11/5/2015).

source: http://nasional.sindonews.com/read/999929/12/pdip-beri-sinyal-megawati-tak-penuhi-undangan-sby-1431336168
(dam)
Berita Terkait
Hasnaeni si Wanita Emas...
Hasnaeni si Wanita Emas di Antara PDIP dan Demokrat, Hasto Ngaku Tak Kenal
Orang PDIP Sebut Oposan...
Orang PDIP Sebut Oposan Sumbang, Politikus Demokrat Bilang Pejabat Jangan Alergi Kritik
Jadi Partai Modern,...
Jadi Partai Modern, PDIP Dinilai Tak Tinggalkan Elan Kerakyatan
Aturan Keluarga Satu...
Aturan Keluarga Satu Partai Dinilai Beri Dampak Positif bagi PDIP
PDIP Akan Ekspose Prestasi...
PDIP Akan Ekspose Prestasi Kepemimpinan 3 Pilar Partai ke Publik
Megawati Dituduh Gulingkan...
Megawati Dituduh Gulingkan Gus Dur, PDIP Siapkan Langkah
Berita Terkini
Polri Geledah 13 Lokasi...
Polri Geledah 13 Lokasi Dugaan Korupsi Batu Bara, Istana: Kita Hormati Proses Hukum
Sambut Harlah ke-28,...
Sambut Harlah ke-28, PKB Fasilitasi Beasiswa Jejak Nusantara untuk Siswa Arus Kualan
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Bawa Delegasi PBNU-Muhammadiyah ke Pemakaman Ali Khamenei
Tolak Perang Tarif Pajak,...
Tolak Perang Tarif Pajak, IKPI Usulkan Ini saat RDPU dengan DPR
OTT Bupati Sukoharjo,...
OTT Bupati Sukoharjo, KPK Tangkap Empat Orang Lain Terkait Kasus Pemerasan
Persoalkan Penetapan...
Persoalkan Penetapan Tersangka, Sidang Praperadilan Kedua Roy Suryo Digelar Hari Ini
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved