Kualitas & Kuantitas Dokter di Indonesia Tak Merata

Kamis, 10 Juli 2014 - 02:28 WIB
Kualitas & Kuantitas...
Kualitas & Kuantitas Dokter di Indonesia Tak Merata
A A A
JAKARTA - Permasalahan tenaga medis belum dapat diselesaikan. Terutama dokter spesialis yang jumlahnya sedikit dan tidak merata penyebarannya.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Ali Gufron Mukti mengatakan, masalah Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan di Indonesia juga masih kurang perhatian.

"Pemimpin kedepan harus dapat merumuskan perencanaan dengan menghitung berapa kebutuan SDM kesehatan dan jenisnya apa saja. Misalnya kurangnya tenaga dokter spesialis di Indonesia," kata Ali Gufron di Jakarta, Rabu 9 Juli 2014.

Selain itu permasalahan distribusi karir SDM kesehatan juga harus diperhatikan, hal ini tentunya harus dibarengi oleh kebijakan yang menguntungkan SDM kesehatan

Saat ini kekurangan dokter spesialis menjadi permasalahan serius. Misalnya kebutuhan dokter anastesi sangat diperlukan di daerah, karena di butuhkan terobosan baru untuk menciptakan dokter spesialis.

Maka ke depan, hemat dia, untuk memenuhi kuantitas dokter spesialis yang dibutuhkan saat ini maka di haruskan untuk bekerja di daerah. Maka jika tidak dilakukan maka diyakini penyebaran dokter dan pemenuhan dokter spesialis tidak akan terjadi.

“Sekarang hanya ada 35 ribu dokter spesialis sedangkan yang dibuthkan mencapai 50 ribuan dokter spesialis. Sednagkan dokter umum berjumlah 90 ribuan. Dan semua ini penyebaranya tidak merata,” ucapnya.

Dalam waktu yang akan datang pemerintah menginginkan bahwa kualitas tingkat pelayanan primer di tingkatan masyarakat sebesar 50 sampai 70 persen guna mengatasi kesembuhan penyakit. Hal tersebut tentunya harus dibarengi dengan infrastruktur dan tenaga dokter yang mendukung.

“Karenanya dokter kualitasnya harus dijaga hingga mereka memiliki kompetensi sejumlah 155 kompetensi. Melalui pendidikan dan training yang diperlukan agar mampu memiliki kompetensi,” ujarnya.

Karenanya, tenaga dokter harus memiliki skill dengan kemampuan yang baik. 90 ribu dokter umum dapat dinaikan kualitas Oleh karena itu, dokter kualitasnya harus dijaga hingga dia memiliki kompetensi sejumlah 155 kompetensi.

"Untuk mencapai itu, para dokter dibekali pendidikan dan training bukan hanya teori yang diberikan tetapi juga praktik. Penggunaan teknologi untuk memperluas layanan kesehatan juga harus dimanfaatkan," tuturnya.
(maf)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Pentingnya Upaya Peningkatan...
Pentingnya Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Mutasi Polri Terbaru!...
Mutasi Polri Terbaru! 1.121 Personel Digeser, Ada Kapolda hingga Wakapolda
Breaking News! Razman...
Breaking News! Razman Arif Nasution Dijebloskan di Lapas Cipinang!
Kabar 60 Ribu Calon...
Kabar 60 Ribu Calon Mahasiswa PTN Tidak Daftar Ulang, Puan Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi
Rekrutmen Disabilitas,...
Rekrutmen Disabilitas, Polri: Disesuaikan Kompentensi dan Kebutuhan
KPK Ungkap Dugaan Intervensi...
KPK Ungkap Dugaan Intervensi BPK Pusat dalam Kasus Perubahan Opini Audit Pemkab Muara Enim
Menko Pangan: Saya Tahu...
Menko Pangan: Saya Tahu Keresahan Mitra BGN, Mitra Jangan Dikorbankan
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved