Politik

Golkar sebut tudingan politik dinasti mengada-ada

Senin,  21 Oktober 2013  −  09:59 WIB
Golkar sebut tudingan politik dinasti mengada-ada
(Dok. Istimewa).

Sindonews.com - Partai Golkar menolak disebut partai yang menganut politik keluarga atau dinasti, seperti tudingan yang dialamatkan kepada Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, tudingan adanya nepotisme dalam kasus Pemilukada di wilayah Provinsi Banten justru mengada-ada.

“Kader yang maju harus sesuai survei internal maupun eksternal karena itu permintaan masyarakat. Itu ada dalam peraturan organisasi Petunjuk Pelaksana (Juklak) No 13 Tahun 2010," katanya melalu siaran pers yang diterima Sindonews, Senin (21/10/2013).

Ia pun mencontohkan perkara Aden Abdul Khaliq yang juga adik ipar Atut yang tak dicalonkan karena tingkat elektabilitas yang rendah serta terpaksa dipecat karena menggunakan partai lain yaitu PPP, PDP, PKPB, dan PPNUI.

"Dia (Aden Abdul Khaliq) saya pecat langsung di sana. Jadi bukan karena keturunan, tapi memang sesuai dengan permintaan masyarakat seiring dengan semangat reformasi," terangnya.

Terkait kasus dugaan korupsi yang menyeret nama keluarga Gubernur Banten Ratu Atut, Idrus menegaskan sikap Partai Golkar konsisten mendukung dan mendorong penanganan hukum yang tegas dan menghormati asas praduga tak bersalah.

Baca juga berita Politik dinasti terbentuk karena kesalahan parpol.


(lal)

views: 1.022x

 

shadow