Politik

Ini empat hal penting dalam pidato Kenegaraan SBY

Jum'at,  16 Agustus 2013  −  20:27 WIB
Ini empat hal penting dalam pidato Kenegaraan SBY
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Sindonews.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Pidato Kenegaraan dalam HUT ke-68 Proklamasi Kemerdekaan RI, di depan sidang bersama DPR-RI dan DPD-RI di Gedung MPR/DPR RI Jakarta menyampaikan empat hal penting yang perlu dicermati saat ini.

Keempat hal penting itu; pertama, tentang pentingnya kemampuan mengelola ekonomi di tengah ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global. Kedua, tentang pentingnya memelihara kerukunan dan toleransi. Ketiga, pentingnya untuk menyukseskan Pemilu 2014 dan suksesi kepemimpinan secara demokratis dan damai.

"Dan yang treakhir, pentingnya kita terus mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),"  kata SBY dalam pidatonya, Jumat (16/8/2013).

Terkait dengan kewajiban negara untuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayah, Presiden SBY menyatakan tekad untuk dengan segala upaya, mempertahankan kedaulatan dan keutuhan setiap jengkal wilayah, yang secara sah merupakan bagian integral dari NKRI.

“Atas dasar tekad itu pula, kita akan bertindak tegas dalam menghadapi setiap ancaman terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Republik Indonesia,” kata Presiden SBY dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua DPD-RI Irman Gusman itu.

Presiden menyampaikan rasa syukurnya, karena  konflik di Aceh telah berhasil diakhiri secara damai. Kini saatnya, segenap elemen masyarakat di Aceh membangun masa depan yang lebih sejahtera, aman dan damai.

Dalam kesempatan itu, Kepala Negara mengajak semua pihak untuk terus menghindari segala hal yang berpotensi menciptakan kemunduran, dan kembali ke situasi tidak aman seperti yang dialami pada masa lalu.

“Semua pihak, termasuk kalangan yang ada di Aceh, dengan sepenuh hati saya harapkan sungguh memegang teguh semangat dan ketulusan hati, untuk mengubur konflik di masa lalu, dan kemudian melangkah ke depan untuk membangun diri, dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pinta Kepala Negara.

Adapun menyangkut masalah Papua, Presiden SBY mengatakan, pemerintah terus mengutamakan pendekatan kesejahteraan dan percepatan pembangunan di Provinsi itu.

Soal penegakan hukum dan keamanan, kata Presiden, dilakukan dengan tetap memberikan penghormatan pada Hak-hak Asasi Manusia dan kekhususan budaya masyarakat Papua.

Presiden juga menegaskan, bahwa Pemerintah Pusat terus meningkatkan besaran anggaran untuk mempercepat dan memperluas pembangunan di Papua. Saat ini, berbagai program pembangunan infrastruktur tengah berlangsung secara intensif di berbagai wilayah Papua.

Pidato Kenegaraan Presiden RI yang diselenggarakan dalam rangka HUT ke-68 Proklamasi Kemerdekaan RI di depan sidang bersama DPR-RI dan DPD-RI itu juga dihadiri oleh Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono, Ibu Herawati Boediono, Ketua DPR Marzuki Alie, mantan Presiden BJ. Habibie, mantan Wakil Presiden Hamzah Has, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, para pimpinan lembaga negara, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, anggota DPR-RI dan DPD-RI, para duta besar negara sahabat, dan para teladan dari seluruh tanah air.


(stb)

views: 1.857x

 

shadow