Jokowi: Pekerja Asal China 21 Ribu Orang, Bukan 20 Juta

Jum'at, 23 Desember 2016 - 14:31 WIB
Jokowi: Pekerja Asal...
Jokowi: Pekerja Asal China 21 Ribu Orang, Bukan 20 Juta
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan isu tenaga kerja asal China yang mencapai jutaan orang di Indonesia tidak masuk logika.

Menurut dia, upah di Indonesia tergolong masih kecil dibandingkan negara lain sehingga Indonesia belum bisa menjadi sasaran pencari kerja dari negara lain, termasuk China.

"Logikanya di mana kalau ada yang bilang pekerja asal Tiongkok (China) mencapai 10 atau 20 juta masuk negara kita untuk bekerja. Ini kabar bohong yang diembuskan orang tidak bertanggung jawab," kata Jokowi saat acara Deklarasi Pemagangan Nasional di Kawasan Industri Kawasan Industri International City (KIIC) Karawang, Jawa Barat, Jumat (23/12/2016).

Jokowi mengaku sudah mendengar isu yang berkembang adanya pekerja asal China yang mencapai 20 juta orang. Dia menilai kabar tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan karena pekerja asal China berkisar 21 ribu orang.

"Isu itu harus saya jawab dan saya katakan berita itu tidak benar. Yang benar itu cuma 21 ribu orang. Masih lebih banyak pekerja kita di luar negeri," katanya.

Menurut Jokowi, warga China yang masuk ke Indonesia adalah para wisatawan. Dia menandaskan, para pekerja asal China sengaja didorong ke Indonesia untuk menambah pundi-pundi devisa.

Selama ini, kata Jokowi, wisatawan China paling banyak berkunjung ke Amerika dan Eropa. Jokowi justru berharap sebanyak-banyaknya wisatawan China masuk Indonesia.

"Memang kita mendorong warga China ke Indonesia, tapi bukan untuk bekerja melainkan sebagai turis. Jadi banyaknya warga China ke Indonesia itu sebagai wisatawan jangan di balik," katanya.

Jokowi mengatakan, kebijakan bebas visa itu untuk mendorong sektor pariwisata di Indonesia. Wisatawan asal China dinilai Jokowi menjadi pasar strategis.

Jika kebijakan bebas visa itu disalahgunakan oleh warga China untuk bekerja di Indonesia maka itu sudah menjadi urusan Imigrasi dan kementerian tenaga kerja untuk menindaknya. "Kalau seperti itu kan sudah ada yang mengurusnya, tapi pasti jumlahnya tidak akan besar," katanya.
(dam)
Berita Terkait
Kerap Bikin Onar, 16...
Kerap Bikin Onar, 16 WNA di Cengkareng Ditangkap!
Tampang Pelaku Penusukan...
Tampang Pelaku Penusukan WNA China di Cengkareng ketika Diborgol
Warga Asing Silakan...
Warga Asing Silakan Masuk Indonesia, Ini Kriterianya
Bikin Onar, 620 WNA...
Bikin Onar, 620 WNA Diusir dari Indonesia
Wow! 280.000 Wisatawan...
Wow! 280.000 Wisatawan Asing Datang ke Bali Rayakan Pergantian Tahun
Tak Miliki Paspor, 3...
Tak Miliki Paspor, 3 WNA Asal Korea Diamankan Imigrasi Kerinci Saat di Hotel
Berita Terkini
Hadapi Sidang Ijazah...
Hadapi Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa: Kita Tidak Ada Sponsor, Bohir Kita Hanya Allah
Vonis Nadiem Makarim,...
Vonis Nadiem Makarim, Kejaksaan Dinilai Cerdas Bongkar Korupsi Kebijakan Chromebook
Siap Hadapi Sidang Perdana...
Siap Hadapi Sidang Perdana Kasus Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Didampingi 25 Advokat
Mantan Wakil Kepala...
Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Tersangka Korupsi MBG
Hari Ini Prabowo Bertemu...
Hari Ini Prabowo Bertemu Presiden Belarus Lukashenko di Istana Merdeka
Selain Kasus Suap Jabatan,...
Selain Kasus Suap Jabatan, KPK Endus Bupati Kuansing Terima Uang Pelepasan HPT
Infografis
Waspada, Kasus Aktif...
Waspada, Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Mencapai 20 Ribu Orang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved