Bentrokan Maut di PT GNI, 17 Orang Ditetapkan Tersangka
Selasa, 17 Januari 2023 - 06:14 WIB
loading...
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, sebanyak 17 orang ditetapkan sebagai tersangka bentrokan maut di PT GNI Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memastikan TNI-Polri akan memberikan pengamanan pascabentrokan di pabrik nikel (smelter) PT. Gunbuster Nickel Industri (GNI), Morowali Utara, Sulawesi Tengah (Sulteng). Sebanyak 17 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam bentrokan tersebut.
"Saat ini personel pengamanan baik dari TNI dan Polri sampai dengan saat ini telah diturunkan kurang lebih 548 orang dan akan kita tambah lagi dengan dua SSK Brimob dari pusat," kata Sigit, Selasa (17/1/2023).
Sigit juga menegaskan, usai terjadinya peristiwa tersebut, kegiatan operasional di PT. GNI pada hari ini juga akan kembali beroperasi seperti sediakala. Oleh karenanya, Sigit menyebut, para pekerja dan masyarakat tidak perlu khawatir karena TNI-Polri akan membantu melakukan pengamanan dan penjagaan.
Baca juga: Bentrokan Maut Pekerja Lokal Vs Karyawan Asing di PT GNI, 2 Tewas 17 Orang Jadi Tersangka
Selain itu, Sigit mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi dengan informasi-informasi liar atau hoaks yang kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan.
"Saat ini personel pengamanan baik dari TNI dan Polri sampai dengan saat ini telah diturunkan kurang lebih 548 orang dan akan kita tambah lagi dengan dua SSK Brimob dari pusat," kata Sigit, Selasa (17/1/2023).
Sigit juga menegaskan, usai terjadinya peristiwa tersebut, kegiatan operasional di PT. GNI pada hari ini juga akan kembali beroperasi seperti sediakala. Oleh karenanya, Sigit menyebut, para pekerja dan masyarakat tidak perlu khawatir karena TNI-Polri akan membantu melakukan pengamanan dan penjagaan.
Baca juga: Bentrokan Maut Pekerja Lokal Vs Karyawan Asing di PT GNI, 2 Tewas 17 Orang Jadi Tersangka
Selain itu, Sigit mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi dengan informasi-informasi liar atau hoaks yang kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Lihat Juga :