Kasus Corona Meningkat, KPU Tetap Jalankan Pilkada Serentak 2020

Senin, 13 Juli 2020 - 20:46 WIB
loading...
Kasus Corona Meningkat,...
Terus meningkatnya angka positif Corona, serta belum optimalnya anggaran yang sudah dicairkan, tidak membuat KPU gentar melanjutkan pilkada di 260 daerah. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Terus meningkatnya angka positif Covid-19 (virus Corona) dan bertambahnya zona yang berisiko di Tanah Air, serta belum optimalnya anggaran yang sudah dicairkan, tidak membuat Komisi Pemilihan Umum (KPU) gentar melanjutkan tahapan pilkada di 260 daerah di Indonesia pada 2020 ini.

Untuk itu, KPU juga meminta semua pihak terkait untuk ikut berkontribusi menyukseskan pelaksanaan pilkada. (Baca juga: Bertambah 1.282 Kasus, Total 76.981 Orang Positif Covid-19)

"Dari aspek legalitasnya, aspek hukum bahwa keputusan yang sudha diambil sebagaimana di dalam sejumlah RDP (rapat dengar pendapat) Komisi II dengan pemerintah dan Peraturan KPU (PKPU) tentang tahapan dan seterusnya sampai hari ini KPU terus melakukan tahapan karena belum ada keputusan baru terkait evaluasi mengenai kelanjutan tahapan," kata Komisioner KPU Dewa Wiarsa Raka Sandi saat dihubungi SINDO Media, Senin (13/7/2020).

(Baca juga: Kemlu: 1.175 WNI di Luar Negeri Positif Corona, 772 Sembuh, 90 Meninggal)

Kemudian Raka melanjutkan, berdasarkan hasil rapat koordinasi KPU dengan Gugus Tugas dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), angka positif ini sangat dinamis. Sehingga, langakh terpenting untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu adalah bagaimana memastikan protokol kesehatan itu dilaksanakan. Protokol kesehatan bagian dari keseharian semua pihak, termasuk pilkada.

"Kami harapkan semua pihak disiplin dan berpartisipasi mengikuti protokol kesehatan. Kalau lihat dijalan dan mal, betulkah masyarakat khawatir terhadap Covid? nyatanya mereka merasa telah normal kembali," ujarnya mencontohkan.

Namun sambung dia, sebagai penyelenggara pemilu tentu KPU harus mengikuti semua aturan karena, salah satu jawaban Gugus Tugas kepada KPU soal pilkada ini dapat dilanjutkan dengan ketentuan menerapkan protokol kesehatan dan berkoordinadi dengan Gugus Tugas.

Maka hal itu yang harus dioptimalkan, dan KPU juga sudah membuat PKPU nomor 6/2020 tentang pelaksanaan pilkada dengan protokol kesehatan yang sudah diundangkan di Kemenkumham.

"Kalau ada perkembangan lebih spesifik, kami sudah menyurati dengan KPU provinsi dan kabupaten/kota berkoordinasi melakukan MoU agar dapat diambil langkah secara cepat pencegahan atau penangnaan secara cepat jika terjadi kasus-kasus. Kalau tidak konsisten, kita tidak akan pernah punya jawaban. Apalagi tidak ada ahli yang bisa memberikan jawaban kapan akan berakhir," terang Raka.

Soal anggaran, Raka menerangkan bahwa berdasarkan data terakhir di rapat pleno sore ini, sudah 113 pemda yang sudah mencairkan 100%, sebagian ada yang 90%, ada yang baru 50%, 40% dan seterusnya. Tentu pihaknya berharap bagi daerah yang belum mencairkan 100% bisa segera direalisasikan. Dan ini menjadi bagian dari proses yang perlu dikawal bersama.

"Kita tidak boleh ragu-ragu, langkah sudah ditentukan, semua pihak berkooordinasi, bekerja keras saling memberikan masukan dan saran tahapan demi tahapan ini berjalan sesuai prinsip pilkada yang demokratis dan juga konsisten menerapkan protokol kesehatan untuk memberikan perlindunagn dan kesehatan terhadap pihak-pihak yang terlibat," pungkas Raka.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPU Kaji Penerapan E-Voting...
KPU Kaji Penerapan E-Voting untuk Pemilu di Luar Negeri, Ini Alasannya
Partai Perindo Dorong...
Partai Perindo Dorong Aturan Pemilu Harus Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Dikocok Ulang
MK: Parpol Melanggar...
MK: Parpol Melanggar Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan Bakal Didiskualifikasi
MK Diminta Larang Keluarga...
MK Diminta Larang Keluarga Presiden dan Wapres Ikut Pilpres, PKS: Bagus juga untuk Pilkada
Wacana Pilkada lewat...
Wacana Pilkada lewat DPRD, Pengamat: Akibat Biaya Politik Tinggi
Ungkap Alasan Tidak...
Ungkap Alasan Tidak Teliti Ijazah Presiden Selain Jokowi, Abdul Gafur: Punya Indikasi Palsu Gak?
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
DPD Perindo Jaktim Optimistis...
DPD Perindo Jaktim Optimistis Lolos Verifikasi 2027, Matangkan Struktur lewat Rakorda
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Rekomendasi
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Berita Terkini
Kritisi Parpol Koalisi,...
Kritisi Parpol Koalisi, Deddy PDIP: Jika Tidak Nyaman dengan Situasi Politik, Silakan Keluar dari Pemerintahan
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Kapolri: Kegiatan Sebelum Diserahkan ke Kejaksaan
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
Darurat Pemasangan Kabel...
Darurat Pemasangan Kabel di Area Jakarta
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Prabowo Ucapkan Selamat...
Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun Ke-65 untuk Jokowi
Infografis
Profil Dadan Hindayana,...
Profil Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot Karena Marak Kasus Keracunan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved