Deretan Ketua Umum PDI, Nomor 4 Meninggal karena Sakit Ginjal
Sabtu, 07 Januari 2023 - 06:10 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum menjadi Presiden ke-5 RI, Megawati merupakan Wakil Presiden (Wapres) periode 21 Oktober 1999 hingga 23 Juli 2001. Dia juga pernah menjabat Ketua Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) pada periode 7 Juni 2017 hingga 28 Februari 2018.
Megawati tercatat sebagai ketua umum parpol terlama di Indonesia. Putri Bung Karno ini menjadi orang nomor satu di parpol sejak zaman Orde Baru.
![Deretan Ketua Umum PDI, Nomor 4 Meninggal karena Sakit Ginjal]()
Foto/Dok SINDOnews
Baca: Fakta tentang Megawati Soekarnoputri Ketua Umum Parpol Terlama di Indonesia
Dalam acara "Kick Off & Talkshow Pembentukan BRIDA, Setahun BRINteraksiā secara daring, Rabu (20/4/2022), Megawati menyebut dirinya merupakan ketua umum parpol paling lama. "Ini aja saya lagi berpikir kapan aku suruh berhenti ya," cerita Mega.
Megawati terjun ke dunia politik pada 1987. Perempuan bernama lengkap Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri ini berkiprah di Partai Demokrasi Indonesia (PDI).
Dia kemudian menjadi anggota DPR RI, sekaligus anggota MPR RI. Pada 1993, Megawati terpilih menjadi Ketua Umum PDI dalam Kongres Luar Biasa PDI di Surabaya, Jawa Timur.
Mega menggungguli Budi Hardjono yang didukung pemerintah. Sebelumnya, Kongres PDI di Medan mentok. Terpilih menjadi ketua umum PDI, Megawati mulai bersikap kritis terhadap pemerintah.
Megawati didongkel melalui Kongres Medan pada 1996. Megawati melawan dan tak mengakui Kongres Medan yang memilih Soerjadi. Buntut dari perpecahan ini, terjadi Peristiwa 27 Juli 1996, Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat yang dikuasai pro Megawati digeruduk massa pro Soerjadi.
Pecahlah Peristiwa 27 Juli 1996 yang sering disebut Peristiwa Kudatuli. Selepas peristiwa berdarah tersebut, Megawati semakin dikenal sebagai simbol perlawanan terhadap Orde Baru. Tanpa pendukung Megawati, PDI terpuruk di Pemilu 1997. PDIP berada di urutan terakhir, di bawah Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Rezim Soeharto tumbang pada 1998. Pemilu 1999 pun digelar. PDI Mega yang berubah menjadi PDI Perjuangan (PDIP), memenangi pemilu yang diikuti 48 parpol tersebut. Partai yang dikomandani Mega tersebut meraih 33,74 persen suara atau setara 153 kursi DPR.
Megawati tercatat sebagai ketua umum parpol terlama di Indonesia. Putri Bung Karno ini menjadi orang nomor satu di parpol sejak zaman Orde Baru.

Foto/Dok SINDOnews
Baca: Fakta tentang Megawati Soekarnoputri Ketua Umum Parpol Terlama di Indonesia
Dalam acara "Kick Off & Talkshow Pembentukan BRIDA, Setahun BRINteraksiā secara daring, Rabu (20/4/2022), Megawati menyebut dirinya merupakan ketua umum parpol paling lama. "Ini aja saya lagi berpikir kapan aku suruh berhenti ya," cerita Mega.
Megawati terjun ke dunia politik pada 1987. Perempuan bernama lengkap Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri ini berkiprah di Partai Demokrasi Indonesia (PDI).
Dia kemudian menjadi anggota DPR RI, sekaligus anggota MPR RI. Pada 1993, Megawati terpilih menjadi Ketua Umum PDI dalam Kongres Luar Biasa PDI di Surabaya, Jawa Timur.
Mega menggungguli Budi Hardjono yang didukung pemerintah. Sebelumnya, Kongres PDI di Medan mentok. Terpilih menjadi ketua umum PDI, Megawati mulai bersikap kritis terhadap pemerintah.
Megawati didongkel melalui Kongres Medan pada 1996. Megawati melawan dan tak mengakui Kongres Medan yang memilih Soerjadi. Buntut dari perpecahan ini, terjadi Peristiwa 27 Juli 1996, Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat yang dikuasai pro Megawati digeruduk massa pro Soerjadi.
Pecahlah Peristiwa 27 Juli 1996 yang sering disebut Peristiwa Kudatuli. Selepas peristiwa berdarah tersebut, Megawati semakin dikenal sebagai simbol perlawanan terhadap Orde Baru. Tanpa pendukung Megawati, PDI terpuruk di Pemilu 1997. PDIP berada di urutan terakhir, di bawah Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Rezim Soeharto tumbang pada 1998. Pemilu 1999 pun digelar. PDI Mega yang berubah menjadi PDI Perjuangan (PDIP), memenangi pemilu yang diikuti 48 parpol tersebut. Partai yang dikomandani Mega tersebut meraih 33,74 persen suara atau setara 153 kursi DPR.
(rca)
Lihat Juga :