Syahganda Nainggolan Minta Anwar Ibrahim dan Jokowi Fokus Bahas Demokrasi ASEAN
Jum'at, 06 Januari 2023 - 16:07 WIB
loading...
Ketua lembaga Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berencana mengunjungi Indonesia dalam waktu dekat. Rencananya, Anwar Ibrahim akan bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin, 9 Januari 2023.
Ketua lembaga Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan menilai pertemuan kedua pemimpin tersebut sangat penting mengingat Indonesia menjadi pemimpin ASEAN tahun ini dan Malaysia memiliki pemimpin baru yang pro demokrasi. Dia meminta agar Anwar Ibrahim dan Presiden Jokowi harus fokus pada peningkatan demokrasi di ASEAN.
“Terutama memberikan sanksi kepada junta militer Myanmar yang mengkudeta dan memenjarakan Aung San Suu Kyi selama 33 tahun. Selain itu kedua kepala negara harus membuat kedua negaranya sendiri, Malaysia dan Indonesia, menjadi teladan dalam demokrasi, yakni memutus praktik-praktik curang dalam sistem demokrasi, seperti kecurangan pemilu dan pembatasan kebebasan sipil, yang banyak terjadi beberapa dekade belakangan ini,” kata Syahganda Nainggolan dalam keterangan pers, Jumat (6/1/2023).
Baca juga: Anwar Ibrahim Jadi PM, Jokowi Yakin Hubungan Indonesia-Malaysia Makin Maju
Menurut dia, demokrasi di ASEAN tentu tidak perlu meniru demokrasi di barat. Dia menambahkan, selain mengambil hal-hal yang baik dalam demokrasi barat, ASEAN perlu memasukkan kebajikan lokal yang berakar pada budaya dari bangsa-bangsa di ASEAN.
Ketua lembaga Sabang Merauke Circle (SMC) Syahganda Nainggolan menilai pertemuan kedua pemimpin tersebut sangat penting mengingat Indonesia menjadi pemimpin ASEAN tahun ini dan Malaysia memiliki pemimpin baru yang pro demokrasi. Dia meminta agar Anwar Ibrahim dan Presiden Jokowi harus fokus pada peningkatan demokrasi di ASEAN.
“Terutama memberikan sanksi kepada junta militer Myanmar yang mengkudeta dan memenjarakan Aung San Suu Kyi selama 33 tahun. Selain itu kedua kepala negara harus membuat kedua negaranya sendiri, Malaysia dan Indonesia, menjadi teladan dalam demokrasi, yakni memutus praktik-praktik curang dalam sistem demokrasi, seperti kecurangan pemilu dan pembatasan kebebasan sipil, yang banyak terjadi beberapa dekade belakangan ini,” kata Syahganda Nainggolan dalam keterangan pers, Jumat (6/1/2023).
Baca juga: Anwar Ibrahim Jadi PM, Jokowi Yakin Hubungan Indonesia-Malaysia Makin Maju
Menurut dia, demokrasi di ASEAN tentu tidak perlu meniru demokrasi di barat. Dia menambahkan, selain mengambil hal-hal yang baik dalam demokrasi barat, ASEAN perlu memasukkan kebajikan lokal yang berakar pada budaya dari bangsa-bangsa di ASEAN.
Lihat Juga :