Hasil Survei: Kepercayaan Masyarakat Terhadap Polri Kembali Meningkat
Rabu, 04 Januari 2023 - 14:28 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kepercayaan Publik Terhadap Polri Mulai Membaik
Basis terbesar kepercayaan terhadap pemerintahan Jokowi berasal dari Jawa Tengah dan DIY sebesar 90%, Jawa Timur 77%, Sulawesi 74%, termasuk Bali-NTB-NTT sebesar 71%. "Dampak dari kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi berimbas terhadap kepercayaan publik terhadap kinerja Polri. Hal ini tidak bisa dihindari mengingat Polri merupakan bagian dari aparatur pemerintah," paparnya.
Kedua, adanya intervensi kebijakan Polri. Salah satunya melalui Program Quick Wins di mana dalam kurun waktu dua bulan terkhir ini, program ini terbukti efektif meningkatkan kepercayaan publik terhadap kepolisian.
"Lima kegiatan yang menurut publik sangat bermanfaat bagi masyarakat secara umum adalah meningkatnya kepuasan terhadap pelayanan publik Polri, berkurangnya praktik pungli dalam pelayanan Polri, respons cepat aduan melalui akun resmi Polri sebelum kasus menjadi viral, meningkatkan kegiatan sambang oleh Bhabinkamtibmas dan diberlakukannya tilang elektronik atau ETLE menggantikan tilang manual," jelasnya.
Ketiga, optimisme publik terhadap Polri untuk menyelesaikan kasus-kasus hukum yang terjadi akhir-akhir ini dalam survei Indopol berada di angka 68,7%. Terutama kasus yang melibatkan petinggi Polri.
"Dari beberapa faktor tersebut dapat disimpulkan bahwa Polri sudah melakukan usaha perbaikan baik internal maupun eksternal dalam rangka mengembalikan kepercayaan publik setelah enam bulan terakhir ditimpa beberapa kasus yang merontokan kepercayaan publik terhadap kepolisian seperti kasus pembunuhan Brigadir J, tragedi Kanjuruan dan terlibatnya oknum mantan kapolda dalam kasus narkoba," ucapnya.
Basis terbesar kepercayaan terhadap pemerintahan Jokowi berasal dari Jawa Tengah dan DIY sebesar 90%, Jawa Timur 77%, Sulawesi 74%, termasuk Bali-NTB-NTT sebesar 71%. "Dampak dari kepuasan publik terhadap pemerintahan Jokowi berimbas terhadap kepercayaan publik terhadap kinerja Polri. Hal ini tidak bisa dihindari mengingat Polri merupakan bagian dari aparatur pemerintah," paparnya.
Kedua, adanya intervensi kebijakan Polri. Salah satunya melalui Program Quick Wins di mana dalam kurun waktu dua bulan terkhir ini, program ini terbukti efektif meningkatkan kepercayaan publik terhadap kepolisian.
"Lima kegiatan yang menurut publik sangat bermanfaat bagi masyarakat secara umum adalah meningkatnya kepuasan terhadap pelayanan publik Polri, berkurangnya praktik pungli dalam pelayanan Polri, respons cepat aduan melalui akun resmi Polri sebelum kasus menjadi viral, meningkatkan kegiatan sambang oleh Bhabinkamtibmas dan diberlakukannya tilang elektronik atau ETLE menggantikan tilang manual," jelasnya.
Ketiga, optimisme publik terhadap Polri untuk menyelesaikan kasus-kasus hukum yang terjadi akhir-akhir ini dalam survei Indopol berada di angka 68,7%. Terutama kasus yang melibatkan petinggi Polri.
"Dari beberapa faktor tersebut dapat disimpulkan bahwa Polri sudah melakukan usaha perbaikan baik internal maupun eksternal dalam rangka mengembalikan kepercayaan publik setelah enam bulan terakhir ditimpa beberapa kasus yang merontokan kepercayaan publik terhadap kepolisian seperti kasus pembunuhan Brigadir J, tragedi Kanjuruan dan terlibatnya oknum mantan kapolda dalam kasus narkoba," ucapnya.
Lihat Juga :