Selamat Bersekolah di Era Pandemi

Senin, 13 Juli 2020 - 07:02 WIB
loading...
A A A
Menilik kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang memberlakukan sistem belajar daring untuk zona merah, oranye, dan kuning Covid-19, hal tersebut cukup tepat. Ini mengingat risiko penularan virus korona di Tanah Air yang masih tinggi. Hingga kemarin, (Minggu, 12/7), Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melaporkan bahwa kasus positif masih mencatatkan penambahan sebanyak 1.681 orang di seluruh Indonesia. Dengan begitu, total pasien virus korona secara akumulasi kini mencapai 75.699 orang. Adapun jumlah pasien sembuh mencapai 35.638 orang dan angka meninggal dunia mencapai 3.606 orang.

Sekolah, bagaimanapun, merupakan fasilitas publik di mana banyak individu berkumpul di dalamnya. Nature inilah yang hendaknya dipahami bahwa potensi-potensi kerumunan itu yang harus dihindari. Apalagi, anak-anak termasuk kelompok yang sulit dikontrol apabila sudah bergabung dengan teman-teman lainnya. Bisa saja di kelas, misalnya, diberlakukan pembatasan siswa dan pengajar yang masuk, tetapi apakah saat istirahat atau pulang sekolah mereka tetap bisa menjaga jarak? Tentu ini akan kembali ke pengawasannya yang dalam hal ini tenaga pendidik dan orang tua.

Kita juga tentu tidak mau unit pendidikan menjadi klaster baru penyebaran virus korona seperti yang terjadi di beberapa pesantren di Jawa Timur dan bahkan di sekolah militer di Jawa Barat. Di Jawa Timur, Pondok Pesantren Gontor dilaporkan menjadi klaster terbaru setelah belasan santrinya dinyatakan positif Covid. Demikian pula di sekolah calon perwira TNI AD di Bandung di mana sebanyak 1.262 siswanya positif virus korona.

Model-model unit pendidikan yang menerapkan sistem asrama ini memang rentan terhadap penyebaran Covid-19. Apalagi, siswa atau santrinya yang berasal dari berbagai daerah yang kemudian berkumpul disatukan dalam satu kamar dengan lebih dari dua penghuni.

Dua kasus ini setidaknya menjadi gambaran bagaimana pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di bidang pendidikan masih diperlukan. Jangan sampai timbul rasa percaya diri yang terlampau kuat. Karena merasa sekolahnya ada di daerah zona hijau, penyelenggara pendidikan lupa menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Ingat, utamakan keselamatan jiwa anak-anak yang akan menjadi generasi penerus di masa depan!
(ras)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
Ketika Salah Kiblat,...
Ketika Salah Kiblat, Salatnya Sah atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkap Beserta Dalilnya
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
Berita Terkini
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
ICW Soroti Mutasi ASN...
ICW Soroti Mutasi ASN Kementerian PU, Diduga Hanya Jadi Alat Balas Dendam
Febrie Adriansyah Dicecar...
Febrie Adriansyah Dicecar 18 Pertanyaan, Hotman: Sebatas Kasus PT Asabri
Prabowo: Anggaran Pertahanan...
Prabowo: Anggaran Pertahanan dan Polri jika Perlu Dikurangi untuk Hapus Kemiskinan
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Usai Diperiksa Kejagung...
Usai Diperiksa Kejagung sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved