Gagasan Politik, Agama, dan Sastra Denny JA Direspons Positif para Intelektual
Selasa, 03 Januari 2023 - 18:45 WIB
loading...
A
A
A
"Negara di Skandinavia, seperti Norwegia, Denmark dan Swedia selalu unggul membuat warga negaranya lebih bahagia dan hidup berkualitas," sambungnya.
Baca juga: 30 Sastrawan Indonesia Paling Banyak di Pemberitaan, Ada Amir Hamzah hingga Denny JA
Hal itu karena mereka mengembangkan sistem negara kesejahteraan yang mengombinasikan kemakmuran, kebebasan dan peran pemerintah yang besar untuk menyediakan program kesejahteraan bagi rakyat kecil. “Penting bagi Indonesia menentukan arah sistem ekonomi politiknya sendiri. Indonesia dengan Pancasila perlu diarahkan menuju negara kesejahteraan ala Indonesia, yang merupakan modifikasi dari negara kesejahteraan ala Skandinavia,” katanya.
Sementara itu di bidang agama, Denny dianggap membawa pendekatan baru studi agama di Indonesia melalui pendekatan kuantitatif. Sehingga ada ukuran untuk membandingkan kehidupan agama dan kemajuan masyarakat.
"Data menujukkan semakin miskin sebuah negara semakin agama dianggap penting. Semakin kaya sebuah negara semakin agama tak lagi menjadi rujukan kebijakan publik," jelasnya.
Baca juga: 30 Sastrawan Indonesia Paling Banyak di Pemberitaan, Ada Amir Hamzah hingga Denny JA
Hal itu karena mereka mengembangkan sistem negara kesejahteraan yang mengombinasikan kemakmuran, kebebasan dan peran pemerintah yang besar untuk menyediakan program kesejahteraan bagi rakyat kecil. “Penting bagi Indonesia menentukan arah sistem ekonomi politiknya sendiri. Indonesia dengan Pancasila perlu diarahkan menuju negara kesejahteraan ala Indonesia, yang merupakan modifikasi dari negara kesejahteraan ala Skandinavia,” katanya.
Sementara itu di bidang agama, Denny dianggap membawa pendekatan baru studi agama di Indonesia melalui pendekatan kuantitatif. Sehingga ada ukuran untuk membandingkan kehidupan agama dan kemajuan masyarakat.
"Data menujukkan semakin miskin sebuah negara semakin agama dianggap penting. Semakin kaya sebuah negara semakin agama tak lagi menjadi rujukan kebijakan publik," jelasnya.
Lihat Juga :